Kelebihan yang Ada pada Diri Nabi Yusuf Alaihissalam

Konten dari Pengguna
17 November 2022 20:40
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kelebihan yang ada pada Nabi Yusuf Alaihissalam. Foto: Pixabay/rauschenberger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kelebihan yang ada pada Nabi Yusuf Alaihissalam. Foto: Pixabay/rauschenberger
ADVERTISEMENT
Sebutkan kelebihan Nabi Yusuf Alaihissalam! Nabi Yusuf alaihissalam adalah anak kesebelas dari dua belas anak Nabi Yaqub. Akan tetapi sejak kecil beliau kerap kali mendapatkan cobaan, mulai dimasukkan ke dalam sumur oleh saudaranya hingga mendapatkan fitnah di mana-mana. Meski demikian, beliau memiliki beberapa kelebihan. Berikut kelebihan yang ada pada diri Nabi Yusuf Alaihissalam sebagai pengetahuan dalam mengimani rukun iman ke-4.
ADVERTISEMENT

Kelebihan yang Ada pada Diri Nabi Yusuf Alaihissalam

Seorang dengan Jiwa Besar

Jika berbicara tentang Nabi Yusuf Alaihissalam, maka pikiran pertama yang muncul adalah ketampanannya. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam peristiwa Isra Miraj,
“Maka kami dibukakan pintu, lalu aku bertemu Nabi Yusuf yang telah dianugerahi setengah dari ketampanan manusia sejagat.” (HR. Muslim no. 429)
Akan tetapi kelebihannya tersebut menjadi cobaan yang banyak diterima Nabi Yusuf Alaihissalam. Mulai saat masih kecil beliau dimasukkan ke dalam sumur oleh saudaranya karena iri dengan ketampanannya. Hingga dipenjara setelah menolak godaan dari isteri Perdana Menteri yang bernama Zulaikha.
Sebagaimana yang dikutip dari buku Takdir dan Mukjizat Manusia Tertampan Yusuf Alaihi Salam oleh Sulistyawati Khairu (2015), pada saat menghadapi godaan Zulaikha, isteri Perdana Menteri, majikannya. la diajak berbuat maksiat oleh Zulaikha seorang isteri yang masih muda belia, cantik dan berpengaruh, sedang ia sendiri berada dalam puncak kemudaannya, di mana biasanya hawa nafsu seseorang masih berada di tingkat puncaknya.
ADVERTISEMENT
Namun ia dapat menguasai dirinya dan dapat mengawal nafsu kemudaannya, menolak ajakan istri yang menjadi majikannya tersebut, karena ia takut kepada Allah dan tidak ingin mengkhianati majikannya yang sudah berbuat budi kepada dirinya dan memperlakukannya seperti anggota keluarganya sendiri.
Sebagai hukuman penolakannnya itu ia rela dipenjara demi mempertahankan keluhuran budinya, keteguhan imannya dan kemurnian jiwanya. Nabi Yusuf Alaihissalam memberi contoh mengenai Sifat seorang kesatria yang enggan dikeluarkan dari penjara sebelum permasalahannya dengan Zulaikha dijernihkan. la tidak ingin dikeluarkan dari penjara karena memperoleh pengampunan dari Raja, namun ia ingin dikeluarkan sebagai orang yang bersih, suci dan tidak berdosa.
Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran,
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ ٣٣ فَاسْتَجَابَ لَهٗ رَبُّهٗ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
ADVERTISEMENT
Yusuf berkata: “Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”. Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Yusuf: 33-34)
Ilustrasi Nabi Yusuf Alaihissalam dapat menafsirkan mimpi. Foto: Pixabay/MiloShah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nabi Yusuf Alaihissalam dapat menafsirkan mimpi. Foto: Pixabay/MiloShah

Mampu Menafsirkan Mimpi

Pada suatu hari, Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sami betina gemuk-gemuk di makan oleh tujuh ekor sap betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir gandum yang hijau dan tujuah lainnya kering. Ia meminta kepada para peramal untuk menjelaskan makna dari mimpinya. Namun mereka menjawab bahwa mimpi tersebut hanya bunga mimpi atau tidak ada maknanya sama sekali.
ADVERTISEMENT
Kemudian seorang teringat pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang pandai menafsirkan mimpi dan menyampaikannya kepada pengawal raja. Pengawal raja menemui Nabi Yusuf Alaihissalam untuk menjelaskan makna dari mimpi dari tersebut.
Nabi Yusuf Alahissalam menjelaskan yang tercantum dalam Al-Quran,
قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ
Artinya, “Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.”” (QS. Yusuf: 48)
ADVERTISEMENT
Ibnu Katsir menjelaskan ayat tersebut bahwa kelak akan datang musim subur dan banyak hujan kepada kalian selama tujuh tahun berturut-turut. Sapi dita'birkan dengan tahun karena sapilah yang dipakai untuk membajak tanah dan lahan yang digarap untuk menghasilkan buah-buahan dan tanam-tanaman, yaitu bulir-bulir gandum yang hijau (subur). Betapapun banyaknya hasil yang kalian peroleh dari panen kalian di musim-musim subur selama tujuh tahun itu, kalian harus membiarkan hasilnya pada bulir-bulirnya, agar dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama dan menghindari kebusukan.
Terkecuali sekadar apa yang kalian makan, maka boleh dipisahkan dari bulirnya. Maka dari itu, makanlah dalam kadar yang minim, jangan berlebih-lebihan agar jumlah makanan yang ada dapat cukup menutupi kebutuhan makan kalian selama musim-musim paceklik yang lamanya tujuh tahun. Musim paceklik yang berturut-turut selama tujuh tahun yang mengiringi musim-musim subur adalah ibarat sapi-sapi kurus yang memakan sapi-sapi yang gemuk. Hal ini disebabkan karena dalam musim paceklik semua persediaan makanan yang mereka kumpulkan di musim subur habis mereka makan (konsumsi). Musim paceklik inilah yang dimaksudkan dengan bulir-bulir yang kering.
ADVERTISEMENT
Nabi Yusuf Alaihissalam memberitakan kepada mereka bahwa selama tujuh tahun musim paceklik itu tidak ada suatu tumbuh-tumbuhan pun yang dapat tumbuh, dan semua tanaman yang mereka semaikan tidak akan menghasilkan sesuatu pun.
Selanjutnya Nabi Yusuf Alaihissalam menyampaikan berita gembira kepada mereka bahwa sesudah musim paceklik yang lama itu akan datang tahun-tahun yang subur. Pada tahun-tahun itu banyak hujan turun, seluruh negeri menjadi subur serta menghasilkan panen yang berlimpah, dan orang-orang kembali membuat perasan anggur, buah zaitun, dan lain sebagainya sebagaimana biasanya; mereka juga memeras tebu untuk dijadikan gula.
Kisah dari Nabi Yusuf Alaihissalam dapat menjadi pembelajaran untuk kita bahwa betapa sabarnya dalam menghadapi musibah. Bahkan, di masa muda yang berapi-api dan dipenuhi nafsu syahwat, Nabi Yusuf Alaihissalam tetap memintingkan Allah SWT walaupun harus dipenjara.(MZM)
ADVERTISEMENT
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020