Konten dari Pengguna

Kenapa Bunyi Teks Proklamasi yang Dibacakan Berbeda dengan Versi Kladnya?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

bunyi teks proklamasi
zoom-in-whitePerbesar
bunyi teks proklamasi

Bunyi naskah proklamasi yang dibacakan oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno berbeda dengan versi kladnya. Versi klad dari naskah proklamasi telah mengalami perubahan di dalamnya.

Perubahan ini sebenarnya tidak terlalu signifikan. Tetapi bila kita membandingkan bunyi naskah proklamasi dengan versi Kladnya maka akan terlihat perbedaannya.

Bunyi Teks Naskah Proklamasi yang Dibacakan

Bunyi naskah proklamasi:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Bunyi teks naskah proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno adalah versi otentik yang sudah diketik ulang oleh Sayuti Melik. Sedangkan yang dimaksud versi klad adalah versi asli tulisan tangan Ir. Soekarno. Naskah ini memang awalnya ditulis tangan oleh Soekarno, lalu diketik oleh Sayuti Melik dengan mesin tik milik milik Mayor Angkatan Laut Jerman Dr. Hermann Kandeler.

Begini bunyi naskah proklamasi versi Klad:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 – 8 – ’05

Wakil2 bangsa Indonesia.

Dilansir dari Djakarta, 17 – 8 – ’05

Wakil2 bangsa Indonesia.

Dilansir dari buku Indonesia Merdeka karya Woro Miswati, naskah otentik dibacakan untuk pertama kalinya di rumah Ir. Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, pada pukul 10.00 pagi 17 Agustus 1945.

Setelah itu, Ir. Soekarno diminta oleh Jusuf Ronodipuro dari Radio Republik Indonesia (RRI) untuk membacakan ulang bunyi teks naskah proklamasi untuk digunakan sebagai dokumentasi. Rekaman inilah yang akhirnya sering diputar di radio atau media lain tiap tahun menjelang peringatan Kemerdekaan Indonesia. (DNR)