Kepaduan Antargagasan di Dalam Suatu Paragraf Dinamakan Apa? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Paragraf merupakan bagian dari teks. Supaya suatu teks dapat dimengerti, gagasan-gagasan pada suatu parargraf perlu disusun dengan padu. Kepaduan antargagasan di dalam suatu paragraf dinamakan koherensi.
Selain koherensi, ada juga istilah kohesif. Hal ini juga penting untuk dipenuhi suatu paragraf agar pembaca bisa memahami teks dengan mudah.
Kepaduan Antargagasan di Dalam Suatu Paragraf Dinamakan Koherensi
Kepaduan antargagasan di dalam suatu paragraf dinamakan koherensi. Mengutip buku Karakteristik Bahasa Toni Blank: Kajian Psikolinguistik, Wahyu Wiji Nugroho (2018: 101), koherensi dapat ditafsirkan juga sebagai suatu keselarasan yang mendalam antara bentuk dan isi.
Dalam halaman yang sama juga dijelaskan bahwa setiap isi iberkaiitan dengan bentuk atau ungkapan tertentu, seperti bentuk dan isi saling berhubunga. Demikian pula bagian dan keseluruhan kait-mengait secara erat sehingga saling menerangkan.
Ada ciri-ciri khusus yang menandakan suatu paragraf telah koheren dalam ilmu bahasa Indonesia. Berikut di antaranya:
Adanya repetisi atau kata yang diulang-ulang
Terdapat komparasi atau kata-kata yang membandingkan sesuatu dengan lainnya
Adanya pararelisme atau penggunaan kesejajaran kata
Terdapat konjungi penambahan
Adanya pronominal atau kata ganti sesuatu atau seseorang
Terdapat penekanan, yaitu kata-kata yang ditekankan dalam suatu kalimat untuk mendukung maksud tertentu
Adanya contoh
Terdapat sinonim
Adanya simpulan
Mengenal Istilah Kohesi dalam Paragraf
Bila kepaduan gagasan dalam suatu paragraf dinamakan koherensi, maka kesatuannya disebut sebagai kohesi. Menurut Buku Ajar: Penyuntingan Bahasa, Mira Mirnawati, dkk (2022: 510), pengertian kohesi adalah sebagai berikut.
Keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis yang ditandai dengan konjungsi, referensi, substitusi (penyulihan), dan pelesapan.
Sama seperti koherensi, kohesi juga mempunyai berbagai ciri. Berikut di antaranya
Mempunyai hiponim atau kata-kata yang makna semantiknya berhubungan derngan kata-kata lain dalam suatu kelompok
Memiliki kata transisi seperti konjungsi atau ungkapan penghubung antarkalimat
Mempunyai repetisi atau pengulangan
Memiliki referensi atau pengacuan
Mempunyai antonim
Memiliki sinonim
Mempunyai paralelisme atau kesejajaran struktur
Memiliki elipsis atau pelesapan
Baca juga: Pengertian Paragraf Induktif dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia
Kesimpulannya, kepaduan antargagasan di dalam suatu paragraf dinamakan koherensi. Lalu, kesatuan antargagasan dalam suatu paragraf pada teks dinamakan kohesi. (LOV)
