Kesan Lagu Gundul-Gundul Pacul, Lirik, dan Artinya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara yang wilayahnya membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah di Indonesia memiliki lagu daerahnya masing-masing. Salah satu lagu yang cukup terkenal adalah Gundul-Gundul Pacul. Bagaimana kesan lagu Gundul-Gundul Pacul?
Selain kesannya, yang juga harus diketahui adalah arti dan liriknya. Lirik ini penting untuk diketahui, terutama bagi yang tidak tahu lagu daerah yang satu ini.
Kesan Lagu Gundul-Gundul Pacul, Lirik, dan Artinya untuk Renungan
Lagu Gundul-Gundul Pacul memiliki nada dan lirik yang cukup mudah untuk diingat. Lirik dari lagu ini juga pendek, namun ternyata maknanya sangat dalam. Dikutip dari Kumpulan Terlengkap Lagu Daerah, Tim Media Pusindo, (2016:87), berikut ini adalah lirik lagu Gundul-Gundul Pacul:
Gundhul gundhul pacul, cul, gelelengan
Nyunggi nyunggi wakul, kul, gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan
Lagu Gundul-Gundul Pacul maknanya adalah seorang pemimpin sebenarnya bukanlah seseorang yang diberikan mahkota, tetapi membawa pacul untuk mencangkul (mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya).
Gundul adalah kepala tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan sedangkan rambut adalah mahkota atau keindahan kepala. Gundul bisa diartikan sebagai kehormatan/pimpinan tanpa mahkota.
Pacul merupakan cangkul atau alat yang digunakan untuk mencangkul tanah. Biasanya, alat ini banyak digunakan oleh petani. Pacul juga bisa diartikan sebagai rakyat kecil. Pacul juga merupakan singkatan dari papat kang ucul atau empat yang lepas. Artinya adalah kemuliaan manusia tergantung pada empat hal sebagai berikut:
mulut untuk selalu mengatakan keadilan
mata untuk melihat berbagai kesulitan yang dialami rakyat
hidung untuk mencium aroma harum kebaikan
telinga untuk mendengar nasihat dari orang lain.
Jika empat hal tersebut lepas, maka kehormatan manusia juga lepas.
Adapun gembelengan memiliki arti sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatan atau jabatannya. Sedangkan, nyunggi wakul artinya adalah membawa bakul di atas kepala yang melambangkan membawa amanah rakyat. Namun, ketika membawa amanah justru bersikap sombong (gembelengan).
Selanjutnya adalah wakul ngglimpang yang diartikan menjadi bakul terguling. Maknanya adalah amanah rakyat yang dibawa tidak bisa terlaksana karena pemimpin bersikap sombong.
Lirik segane dadi sak ratan diterjemahkan menjadi nasinya jadi sehalaman. Lirik ini dimaknai dengan hasilnya menjadi sia-sia, tidak bisa dimanfaatkan lagi, dan tidak memberikan kesejahteraan bagi rakyat.
Baca juga: Pencipta Manuk Dadali, Lagu Tradisional dari Jawa Barat
Gundul-Gundul Pacul merupakan lagu tradisional dari Jawa Tengah dan diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. (KRIS)
