Konten dari Pengguna

Ketahui Alasan Fosil Tumbuhan Paku Bermanfaat bagi Manusia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Mengapa Fosil Tumbuhan Paku Bermanfaat bagi Manusia. Sumber: Foto Unsplash/hannah grace
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Fosil Tumbuhan Paku Bermanfaat bagi Manusia. Sumber: Foto Unsplash/hannah grace

Mengapa fosil tumbuhan paku bermanfaat bagi manusia merupakan yang bisa memicu penalaran siswa. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan darat tertua yang ada sejak zaman Devon dan Karbon, yang telah hidup sejak 300 – 350 juta tahun yang lalu.

Berdasarkan buku Botani Tumbuhan Rendah, Anisatu Z., dkk., (2023:3), fosil tumbuhan paku merupakan sumber batu bara di bumi. Tumbuhan paku terdapat di mana-mana atau bersifat kosmopolitan.

Alasan Mengapa Fosil Tumbuhan Paku Bermanfaat bagi Manusia

Ilustrasi Mengapa Fosil Tumbuhan Paku Bermanfaat bagi Manusia. Sumber: Foto Unsplash/Stephy Miehle

Sebelum mengetahui mengapa fosil tumbuhan paku bermanfaat bagi manusia, ketahui terlebih dahulu apa itu tumbuhan paku. Berdasarkan buku Botani Tumbuhan Rendah, Hasanudiin, dkk., (2014:132), tumbuhan paku termasuk kelompok tumbuhan kuno.

Fosil tumbuhan paku pertama dimulai awal periode Msozoic sekitar 360 juta tahun yang lalu. Keberadaan tumbuhan paku di muka bumi jauh lebih tua jika dibandingkan dengan hewan darat seperti dinosaurus. Tumbuhan paku berkembang dua ratus juta tahun sebelum tanaman berbunga berkembang.

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Tubuhnya dapat dibedakan dengan jelas antara akar, batang dan daun. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap.

Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom).

Namun demikian, pada tumbuhan paku belum dihasilkan biji, alat perkembangbiakan tumbuhan paku yang utama adalah spora. Oleh sebab itu, ahli taksonomi membagi dunia tumbuhan dalam dua kelompok saja yang diberi nama Cryptogamae dan Phanerogamae. Cryptogamae (tumbuhan spora) meliputi Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta.

Lantas mengapa fosil tumbuhan paku bermanfaat bagi manusia? Simak alasannya melalui artikel ini.

Mengutip buku Biologi SMA/MA Kls X (Diknas), Gunawan Susilowarno, dkk., halaman 173, tumbuhan paku mempunyai peranan yang cukup banyak dalam kehidupan, antara lain sebagai berikut:

  1. Tanaman hias: Adiantum cuneatum (suplir), Selaginella, Asple- nium nudus, Platycerium (tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang), Selaginella wildenowili.

  2. Bahan obat: Lycopodium clavatum, Aspidium filix-mas, dan Dryopteris filix-mas.

  3. Pupuk hijau: Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae.

  4. Sayuran: Marsilea crenata (semanggi).

  5. Pelindung tanaman persemaian: Gleichenia linearis.

  6. Tumbuhan paku yang hidup pada zaman karbon telah memfosil. Fosil tersebut berupa batu bara yang dapat dijadikan bahan bakar.

  7. Ada yang digunakan untuk tempat menanam anggrek, yaitu paku tiang (Alsophilla glauca).

Baca juga: Macam-Macam Komponen Biotik berdasarkan Peranannya

Demikianlah jawaban dari pertanyaan “mengapa fosil tumbuhan paku bermanfaat bagi manusia”. Dengan memahami ulasan di atas, maka siswa dapat dengan mudah menjawab soal tersebut. (Adm)