Ketahui Kandungan Surat Maryam 1-11 untuk Wanita Hamil

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Islam khususnya di Indonesia menganggap Surat Maryam 1-11 sering dibaca oleh wanita hamil. Isi surat ini yakni menceritakan perjuangan Maryam binti Imran saat melahirkan Isa Alaihisalam.
Di dalam Surat Maryam menunjukkan tentang kekuatan dan harapan besar bagi mereka yang mengalami cobaan iman, kesulitan, hingga kekecewaan. Tak hanya itu, Surat ini dipenuhi dengan hikmah umat Silam yang ingin memperkuat hubungannya dengan Sang Pencipta.
Kandungan Surat Maryam 1-11 yang Harus Diketahui
1. Keimanan
Surat Maryam ini berisi tentang Allah SWT berbuat sesuatu menurut kehendak-Nya meski tidak sesuai dengan hukum alam. Seperti Nabi Zakaria yang dikaruniai anak oleh Allah di usia yang sudah tua.
2. Bentuk Ikhtiar
Allah berfirman: " Dia berkata : Ya Tuhanku, sungguh tulang ku telah lemah dan kepala ku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabat sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugrahilah aku seorang anak dari sisi Mu" (QS Maryam : 4-5).
Surat ini memperlihatkan seorang ibu senantiasa harus melakukan amalan istighfar dan berdoa demi kelancaran persalinan.
3. Wujud Kasih Sayang Allah
Kehamilan merupakan salah satu wujud kasih sayang Allah baik untuk ibu hamil maupun keluarganya, sebab seorang anak adalah rejeki yang barangkali tidak semua wanita diberi kepercayaan untuk menerima anugrah tersebut. “Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah emmebrikan nama itu sebelumnya (QS Maryam : 7)
4. Allah Dapat Mengangkat Umat-Nya Keluar dari Kesulitan
" Allah berfirman, 'Demikianlah.' Tuhanmu berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali'" . (QS.Maryam:9)
Di usia tua, Nabi Zakaria AS merenungkan warisan dan merindukan ia dan istrinya untuk tetap megalami berkat sebagai orang tua. Ia pun memohon kepada Allah SWT untuk pewaris dan menerima tanggapan ini. Iman kuat Nabi Zakaria AS dihargai dengan diangkat dari kesulitan tersebut.
Kendati apa yang kita rindukan mungkin datang atau tidak dan rencana kita mungkin tertunda, tapi Allah SWT adalah rencana terbaik dan memberi apa yang kita butuhkan. (Ang)
