Ketentuan Infak dan Sedekah menurut Ajaran Islam

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Infak dan sedekah merupakan kedua perilaku yang dianggap baik di mata Islam. Sayangnya, kedua perilaku tersebut sering dikira sama padahal sebenarnya berbeda. Perbedaan ini dapat dilihat dalam ketentuan infak dan sedekah.
Dengan mengetahui hal tersebut, umat muslim tidak akan salah kaprah lagi saat menyebut dua istilah ini. Selain itu, umat muslim juga bisa menerapkan kedua perilaku tersebut dengan lebih hmudah.
Ketentuan Infak dan Sedekah
Infak dan sedekah adalah perilaku yang dicintai Allah Swt. Itulah mengapa perilaku ini dianggap baik di mata Islam. Supaya lebih afdal dalam melakukannya, umat muslim perlu mengetahui ketentuan infak dan sedekah sehingga bisa membedakan keduanya. Inilah uraiannya.
1. Infak
Menurut buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas V, Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib (2021: 37), secara bahasa, infak berarti membelanjakan harta. Sedangkan secara istilah, infak adalah membelanjakan harta benda menurut ketentuan agama.
Infak memiliki berbagai kentuan yang perlu diperhatikan sebelum diilaksanakan. Berikut di antaranya.
Infak memiiliki beberapa hukum dari sunnah hingga wajib sehingga harus diiperhatikan tujuannya.
Infak yang diberikan harus berupa harta, tidak bisa dalam bentuk lainnya.
Bisa diberikan secara terbuka atau rahasia.
Penerima harus benar-benar berhak memperoleh infak dan membutuhkannya sehingga dapat digunakan dengan bijaksana.
Infak harus diberikan dengan ikhlas tanpa meminta imbalan.
2. Sedekah
Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib dalam buku yang sama seperti sebelumnya (2021: 37), juga menjelaskan mengenai pengertian sedekah, yakni memberikan sesuatu kepada yang berhak menerimanya.
Dari pengertian di atas, dapat diketahui bahwa penerima sedekah harus diterima oleh orang yang berhak, serupa dengan ketentuan infak. Selaiin itu, masih ada beberapa ketentuan sedekah lain, yaitu.
Sedekah berhukum sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan.
Sedekah yang diberikan tidak harus berupa harta saja, namun juga bisa tenaga, ilmu pengetahuan, hingga senyuman.
Bisa diberikan secara terbuka atau rahasia.
Sedekah harus diberikan dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan.
Baca juga: Pengertian Zakat Fitrah Lengkap dengan Ketentuan Bayarnya
Dari ulasan di atas dapat diketahui bahwa ada beberapa ketentuan infak dan sedekah yang sama atau serupa. Namun, ada dua aspek yang berbeda dari kedua perilaku ini, yaitu hukum dan bentuknya. (LOV)
