Ketentuan Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat merupakan salah satu tata cara puasa Ramadan yang perlu bahkan harus dilakukan oleh setiap umat muslim. Niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Keharusan untuk melaksanakan niat puasa Ramadan pun mempunyai landasan yang jelas, yakni hadis Rasulullah saw. Salah satu contoh adalah hadis riwayat Tirmidzi tentang keharusan niat untuk melaksanakan ibadah puasa wajib.
Niat Puasa Ramadan Harus Dilakukan pada Malam Hari
Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah wajib bagi setiap umat muslim yang memenuhi syarat wajib puasa. Selaras dengan kewajiban melaksanakan ibadah puasa Ramadan, melaksanakan niatnya pun wajib.
Dikutip dari buku Anda Bertanya Ustadz Menjawab, Syarbini dan Hasbiyallah (2013: 42), para ulama bersepakat bahwa niat itu hukumnya wajib di segala amal perbuatan, termasuk puasa. Niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari atau sebelum terbit fajar.
Keharusan membaca niat puasa pun mempunyai landasan yang jelas berupa hadis Rasulullah saw. Mengutip dari buku yang sama, Syarbini dan Hasbiyallah (2013: 42), berikut adalah dua contoh hadis tentang niat puasa.
1. Hadis Riwayat an-Nasa’i
“Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam harinya, maka tidak ada baginya pahala puasa itu”. (HR. an-Nasa’i)
2. Hadis Riwayat Tirmidzi
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka puasanya tidak bermanfaat”. (HR. Tirmidzi)
Berdasarkan hadis tersebut jelas bahwa niat puasa merupakan sebuah keharusan. Para ulama berpendapat bahwa hadis riwayat Tirmidzi memiliki kaitan dengan waktu niat puasa wajib, seperti puasa Ramadan dan puasa qada Ramadan.
Lafal Niat Puasa Ramadan Latin serta Artinya
Setelah mengetahui bahwa niat puasa Ramadan dilakukan pada malam hari, sekarang adalah saat untuk mengetahui bacaannya. Dikutip dari buku berjudul Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah, Solikhin (2018: 22 – 23), berikut bacaan niatnya.
Nawaitu shauma gadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat berpuasa wajib sehari penuh, besok, di bulan Ramadan dalam tahun ini atas perintah Allah Ta’ala”.
Bacaan tersebut hendaknya dilakukan di malam hari setelah salat Tarawih. Tujuannya, agar tidak lupa membaca niat. Jika belum sempat membaca setelah salat Tarawih, seorang muslim dapat segera membacanya sebelum terbit fajar. Wallahu a’lam Bishawab.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2024 Bogor dan Sekitarnya
Jadi, jelas bahwa niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Semoga Allah Swt. melancarkan ibadah puasa dan ibadah lain bagi setiap muslim selama bulan Ramadan. (AA)
