Konten dari Pengguna

Keunikan Pakaian Adat Maluku yang Memesona

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pakaian Adat Maluku, Foto: Unsplash/Alvensia Angela
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pakaian Adat Maluku, Foto: Unsplash/Alvensia Angela

Indonesia memiliki keberagaman kebudayaan sesuai daerahnya masing-masing. Salah satu dari kebudayaan tersebut adalah pakaian adat. Pakaian adat memiliki keunikan tersendiri yang membedakanya dengan pakaian adat lain, misalnya pakaian adat Maluku. Jika kamu penasaran dengan keunikan pakaian adat Maluku, simak uraiannya berikut ini.

Pakaian Adat Maluku

Dilansir dari ambon.go.id, terdapat empat macam pakaian adat Maluku. Pertama adalah pakaian Baju Cele Kain Salele, kedua Baju Nona Rok, ketiga Baniang Putih & Kebaya Dansa, dan keempat Kebaya Putih Tangan Panjang dan Kain Silungkang & Kebaya Hitam Gereja. Masing-masing pakaian adat mempunyai fungsinya masing-masing. Kali ini, akan dibahas dari yang lebih terkenal terlebih dahulu yakni Baju Cele Kain Salele

Ambon.go.id menuturkan bahwa Baju Cele ini bermotif garis-garis geometris/berkotak-kotak kecil. Baju Cele ini biasanya dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya tidak terlalu jauh berbeda, harus seimbang dan serasi. Baju Cele ini dipakai juga dalam upacara-upacara adat (acara pelantikan raja, acara cuci negeri, acara pesta negeri, acara panas pela dan lain-lain.) dan di kombinasi dengan kain yang pelekat yang disalele yaitu disarung dari luar dilapisi sampai batas lutut dan dipakai lenso (sapu tangan yang diletakan di pundak). Pakaian ini dipakai tanpa pengalas kaki atau boleh juga pakai selop. Konde/sanggul yaitu konde bulan yang diperkuat lagi dengan tusukan konde yang disebut haspel yang terbuat dari emas atau perak.

Ilustrasi Pakaian Adat Maluku, Foto: Unsplash/The Ian

Selain Baju Cele Kain Salele, ada Baju Nona Rok yang memiliki konde dan biasanya dipakai oleh pendeta, guru atau orang terpelajar, keluarga golongan menengah dan keluarga golongan pemerintahan. Pakaian ini dipakai pada acara-acara penting. Ada juga Baniang Putih & Kebaya Dansa yang dikenakan saat pesta rakyat.

Di samping itu, ada Kebaya Putih Tangan Panjang dan Kain Silungkang & Kebaya Hitam Gereja yang juga memiliki konde dan dipakai pada masa lalu oleh wanita-wanita, keluarga raja, keluarga guru, dan keluarga pendeta. Terakhir ada Kebaya Hitam Gereja yang memiliki motif seperti Baju Cele.

Uraian tentang pakaian adat Maluku yang memiliki keunikan dan fungsinya masing-masing ini semoga bermanfaat untuk pembaca Berita Terkini. (LOV)