Keutamaan Amalan Sunnah Itikaf di Bulan Ramadhan

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sunnah itikaf adalah salah satu ibadah yang kerap dilakukan oleh umat muslim saat bulan Ramadhan. Pelaksanaan ibadah itikaf adalah dengan berdiam diri di dalam masjid sembari menyibukkan diri dengan melakukan berbagai aktivitas keagamanaan lainnya, seperti berdzikir dan membaca Alquran. Itikaf merupakan bentuk ibadah sebagai simbol penyerahan diri pada Allah SWT dengan tujuan agar menjadi pribadi yang lebih taat dan juga beriman kepada Allah SWT.
Ibadah itikaf bisa dilakukan dengan cara bertasbih selama sehari penuh dari siang hingga malam tanpa henti. Menurut buku Jejak Ramadhan di Berbagai Negara, Nurul Asmayani dkk (2013:12), biasanya pada malam ke-25 hingga malam ke-27 di bulan Ramadhan, masjid-masjid akan mengadakan itikaf bersama dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT.
Cara Melakukan Sunnah Itikaf
Umumnya ibadah itikaf dilaksanakan selama 10 hari terakhir saat bulan Ramadhan. Adapun beberapa syarat bagi seorang muslim untuk bisa melaksanakan itikaf antara lain adalah.
Beragama Islam
Sudah dewasa atau akil baligh
Mumayyiz
Sudah bersuci dan tidak terkena najis
Apabila semua syarat tersebut sudah terpenuhi, maka kamu sudah bisa melaksanakan ibadah dan membaca niat seperti yang ditertera di situs milik Nahdlatul Ulama, yakni.
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.
Yang artinya, “Saya berniat itikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala.”
Setelah membaca niat, maka kamu diharuskan untuk berdiam diri paling tidak selama waktu tuma’ninah sholat. Jika syarat tidak terpenuhi atau tidak membaca niat, maka itikaf yang dilakukan menjadi tidak sah.
Keutamaan Sunnah Itikaf
Berikut ini adalah beberapa keutamaan ibadah itikaf di bulan Ramadhan.
Menggapai Lailatul Qadar
Mendapat pahala yang dilipat gandakan oleh Allah SWT
Sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan
Meningkatkan kekhusyukan dan kekhidmatan saat beribadah
Sebagai bentuk evaluasi diri agar dapat memperbaiki diri sendiri
Sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempertebal iman
Di tengah kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, sebaiknya kita menunggu keputusan dari Kementerian Agama terkait perizinan itikaf di masjid. (AS)
