Keutamaan Niat Sholat Witir dan Hukumnya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di bulan Ramadhan seperti sekarang, sholat Witir sepertinya menjadi salah satu ibadah yang rutin kita lakukan. Ibadah ini disebut juga sebagai sholat penutup malam. Sholat Witir umumnya dilaksanakan selepas menjalankan sholat Tarawih, dengan jumlah rakaat minimal satu. Sholat ini termasuk qiyamul lail, atau sholat sunah yang dilaksanakan di malam hari.
Muhammad Maskub dalam buku Tuntunan Cara Melaksanakan Shalat Wajib Sunat ‘Ala Aswaja, Mukhammad Maskub (2013) menjelaskan secara kebahasaan arti kata witir, yaitu ganjil. Hal ini sesuai dengan jumlah rakaat dalam sholat witir yang berjumlah ganjil, bisa satu, tiga, lima, hingga paling banyak sebelas rakaat.
Bacaan Niat Sholat Witir
Berikut adalah niat sholat Witir 1 dan 3 rakaat yang dapat dibaca:
1. Lafal niat sholat Witir (1 rakaat) yaitu,
Ushalli sunnatan witri raka‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa
Artinya: “Saya sengaja mengerjakan sholat sunah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala".
2. Lafal niat sholat Witir (3 rakaat) yaitu,
Ushalli sunnatan witri tsalaatsa raka‘aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa”.
Artinya: “Saya sengaja mengerjakan sholat sunah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala”.
Keutamaan dan Hukum Sholat Witir
Sholat Witir termasuk ibadah yang hukumnya sunah muakad, atau sunah yang begitu dianjurkan. Dikutip dari almanhaj.or.id, para ulama telah sepakat mengenai keutamaan besar yang dimiliki sholat Witir. Bahkan Rasulullah sendiri tidak pernah meninggalkannya, di kala safar (dalam perjalanan) sekalipun.
Cendekiawan dan pakar fikih, Ibnul Qayyim RA pernah berkata, “Ketika safar, Rasulullah sangat memelihara pelaksanaan shalat sunah fajar dan Witir melebihi shalat sunah lainnya. Dalam catatan safar Nabi, tidak ada yang menyebutkan beliau mengerjakan shalat sunnat rawatib.” (dikutip dari Zaadul Ma’aad :315).
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Meski disebut sebagai sholat penutup malam, pelaksanaan sholat Witir tidak harus di akhir malam, bisa di awal atau pertengahan malam. Jika Anda khawatir tidak dapat bangun di malam, maka Anda dapat melaksanakan Witir sebelum tidur. Apabila telah terbiasa bangun untuk Tahajud, maka Witir dapat dilaksanakan setelah Tahajud. Inilah pelaksanaan yang paling dianjurkan. (AA)
