Keutamaan Puasa Arafah yang Dilaksanakan Pada 9 Dzulhijjah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dzulhijjah adalah bulan yang sangat spesial dalam agama Islam. Sebab, bulan tersebut menjadi satu dari empat bulan haram, di mana seluruh amalan akan Allah SWT lipatgandakan. Selain itu, terdapat sebuah amalan yang memiliki banyak keutamaan yang bernama puasa arafah. Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau satu hari sebelum Idul Adha. Lantas, apa keutamaan puasa arafah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW ini?
Keutamaan Puasa Arafah yang Dilaksanakan Pada 9 Dzulhijjah
Pengertian arafah secara bahasa adalah saling mengenal sedangkan secara istilah merupakan pengerjaan manasik haji. Hal ini didasarkan pada sebuah peristiwa manasik haji oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim as. Setelah mengerjakan manasik haji, kemudian Malaikat Jirbril bertanya kepada Nabi Ibrahim as.,
“apakah engkau sudah mengeti (a’rafah)?”
Dikutip dari buku 17 Tuntunan Hidup Muslim karya Wahyono Hadi Parmono dan Ismunandar (2017:150), terdapat banyak sekali kautamaan dari puasa arafah, di antaranya:
1. Mendapatkan Ampunan Dosa Selama Dua Tahun
Keutamaan pertama dari puasa arafah adalah menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Sebagaimana yang dijelaskan dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)
Imam an-Nawawi dalam Kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan,
“Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.”
2. Terbebas dari Api Neraka
Bagi umat Muslim yang menunaikan haji yang sedang wukuf maupun melaksanakan puasa arafah ia akan terbebas dari api neraka.
Rasulullah SAW berabda,
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seorang dari neraka adalah hari arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang dinginkan oleh mereka?’” (HR. Muslim 1348)
3. Waktu Diijabahinya Doa
Keutamaan lainnya dari hari arafah adalah diijabahinya doa. Sebagaimana yang dijelaskan Imam Malik,
“Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari arafah”
Dengan begitu besarnya keutamaan dari puasa arafah, sangat disayangkan untuk melewatkan amalan yang hanya dilakukan pada 9 Dzulhijjah ini. (MZM)
