Keutamaan Puasa Syawal beserta Waktu untuk Melaksanakannya

Berita Terkini
Penulis kumparan
Konten dari Pengguna
10 April 2024 18:51 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Keutamaan Puasa Syawal. Sumber: Unsplash/Christopher Jolly
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keutamaan Puasa Syawal. Sumber: Unsplash/Christopher Jolly
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Puasa Syawal merupakan salah satu amal sunah dalam ajaran Islam. Syawal sebagai amal sunah tentu memiliki keutamaan bagi orang-orang yang melaksanakannya. Salah satu keutamaan puasa Syawal adalah seperti puasa setahun penuh.
ADVERTISEMENT
Keutamaan tersebut bukan hanya angan semata, melainkan memiliki sumber valid berupa hadis Rasulullah saw. Waktu untuk melaksanakan puasa tersebut adalah enam hari dalam bulan Syawal, baik secara berurutan maupun tidak.

Keutamaan Puasa Syawal

Ilustrasi Keutamaan Puasa Syawal. Sumber: Unsplash/Callum Shaw
Islam mengajarkan berbagai macam amal ibadah kepada pemeluknya. Secara umum, amal ibadah dalam ajaran Islam terbagi menjadi dua yang meliputi ibadah wajib dan ibadah sunah.
Contoh ibadah wajib adalah salat lima waktu dan puasa Ramadan. Sementara contoh ibadah sunah adalah salat tarawih, salat duha, salat tahajud, puasa Senin Kamis, dan puasa Syawal. Puasa Syawal sebagai ibadah sunah tentu mempunyai keutamaan.
Keutamaan puasa Syawal bagi orang yang melaksanakannya adalah seperti berpuasa setahun penuh. Dikutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah / SD Kelas 3, Idris, dkk. (2019: 122), berikut adalah hadis tentang keutamaan dari puasa Syawal.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak heran jika banyak umat muslim ingin menunaikan ibadah puasa Syawal. Waktu untuk menunaikan ibadah puasa tersebut cukup panjang, yakni selama bulan Syawal berlangsung.

Waktu untuk Menunaikan Puasa Syawal

Ilustrasi Keutamaan Puasa Syawal. Sumber: Unsplash/Ocean Ng
Puasa Syawal merupakan ibadah puasa sunah di bulan Syawal. Bulan Syawal adalah bulan ke-10 dalam kalender Hijriah yang terjadi setelah bulan Ramadan. Jadi, waktu untuk menunaikan puasa Syawal adalah setelah bulan Ramadan, tepatnya mulai 2 Syawal.
Mengutip dari buku yang sama, Idris, dkk. (2019: 122), puasa sunah ini lebih utama dilakukan mulai tanggal 2 sampai 7 Syawal secara berurutan atau boleh juga dilakukan secara tidak berurutan selama masih dalam bulan Syawal.
ADVERTISEMENT
Jika merujuk pada kalender Hijriah tahun 1445, bulan Syawal akan berlangsung mulai 10 April 2024 sampai dengan 8 Mei 2024. Tanggal 1 Syawal adalah Hari Raya Idulfitri sehingga haram untuk berpuasa pada tanggal tersebut.
Berdasarkan kondisi itu, jelas bahwa seorang muslim dapat menunaikan ibadah puasa Syawal tahun 2024 mulai dari tanggal 11 April 2024 – 8 Mei 2024. Adapun jumlah hari puasa syawal adalah enam hari.
Guna menghindari keragu-raguan dalam hal tanggal, seorang muslim dapat memulai puasa Syawal sejak 12 April 2024 sampai dengan 17 April 2024. Jadi, puasa Syawal dapat segera tuntas sebelum ragu tanggal 8 Mei 2024 masih Syawal atau sudah Zulkaidah.
Namun, bagi seorang muslim yang memiliki kewajiban qada Ramadan, hendaknya menunaikan kewajiban terlebih dahulu. Hal itu penting karena hukum puasa qada adalah wajib, sedangkan Syawal adalah sunah. Wallahu ‘a'lam bishawab.
ADVERTISEMENT
Kesimpulannya adalah keutamaan puasa Syawal menurut hadis, yaitu seperti puasa setahun penuh. Walaupun keutamaannya sangat baik, seorang muslim tetap harus mendahulukan qada Ramadan, sebab itu adalah perkara wajib. (AA)