Keutamaan untuk Selalu Berkata Baik atau Diam dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjaga lisan adalah salah satu sikap yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw kepada umatnya. Dalam beberapa hadist dan ayat Al-Quran terdapat penjelasan mengenai pentingnya menjaga perkataan. Berikut adalah keutamaan untuk selalu berkata baik atau diam dalam ajaran Islam.
Lisan merupakan salah satu nikmat yang dianugerahkan kepada manusia. Salah satu keistimewaan lisan yaitu memiliki jangkauan luas dan tidak terbatas pada ruang dan waktu. Lisan dapat menjadi penyebab apakah manusia selamat dunia akhirat, atau justru tergelincir ke jurang neraka.
Keutamaan Berkata Baik atau Diam
Begitu besarnya pengaruh lisan, sehingga diam merupakan kunci keselamatan. Agama Islam memuji sikap diam, bahkan menganjurkannya pada umat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw berikut ini,
مَنْ صَمَتَ نَجَا
"Barangsiapa diam, niscaya akan selamat".
Dan dalam sabda Rasulullah saw yang lain,
اَلصَّمْتُ حِكَمٌ، وَقَلِيْلٌ فَاعِلُهُ
"Diam adalah kebijaksanaan, dan sedikit orang yang mampu melakukannya".
Berlebihan dalam berbicara adalah salah satu perbuatan tercela dalam Islam. Diambil dari buku Bahaya Lisan yang disusun oleh Imam Ghazali (2016:17), ucapan memiliki empat macam, yaitu ucapan yang berbahaya, ucapan bermanfaat, ucapan yang mengandung manfaat dan bahaya, serta ucapan yang tidak bermanfaat dan tidak berbahaya. Oleh karena itu, jika tidak ada ucapan yang membuat lebih baik, maka pilihlah diam yang akan membawa keselamatan.
Sikap diam umat dapat mengantarkannya pada surga merupakan salah satu keindahan Islam. Seperti yang pernah dikatakan Rasulullah saw,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata benar atau bersikap diam".
Dan seperti sabda Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan dalam sebuah hadist berikut ini,
"Barangsiapa yang dapat menjamin untukku lisan dan kemaluannya, aku akan menjamin untuknya surga"(HR. Bukhari).
Bahkan Rasulullah saw juga menyebut diamnya Muslim merupakan suatu keuntungan,
"Keberuntungan bagi orang yang mampu menahan kelebihan ucapan lisannya, dan mendermakan kelebihan hartanya".
Berkata baik atau diam, sebab dua hal yang sering membuat manusia binasa adalah harta berlebihan, dan ucapan berlebihan.(DK)
