Konten dari Pengguna

Kisah Abraham dalam Agama Katolik untuk Diteladani

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Abraham dalam Agama Katolik. Sumber: Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Abraham dalam Agama Katolik. Sumber: Unsplash/Aaron Burden

Kisah Abraham dalam agama Katolik bisa diberikan oleh orang tua kepada anak untuk dibaca bersama. Setelah selesai membaca, orang tua bisa membantu dengan menjelaskan bagian yang masih kurang dipahami oleh anak.

Dengan membaca kisah Bapa Abraham, diharapkan anak bisa memahami apa saja yang terjadi dalam kisah tersebut. Anak juga diharapkan bisa meneladani Abraham.

Kisah Abraham dalam Agama Katolik

Ilustrasi Kisah Abraham dalam Agama Katolik. Sumber: Unsplash/Priscilla Du Preez

Abraham sangat taat pada perintah Tuhan. Karena ketaatan itu, Abraham tidak ragu untuk pindah ke suatu negeri yang jauh dari kampung halamannya demi menuruti apa yang diperintahkan Tuhan.

Berikut adalah kisah Abraham dalam agama Katolik yang dikutip dari Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Bonardy dan Suria (2021:37).

Tuhan berkata kepada Abraham, “Tinggalkanlah negerimu, orang tuamu dan sanak saudaramu, dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan memberikan kepadamu keturunan yang banyak. Mereka akan menjadi bangsa yang besar. Aku akan memberkati engkau dan membuat namamu termasyhur, sehingga engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan karena engkau, Aku akan memberkati semua bangsa di Bumi.”

Waktu itu Abraham berusia tujuh puluh lima tahun. Ia meninggalkan Haran, kampung halamannya, sesuai perintah Tuhan kepadanya. Lalu Abraham berangkat ke tanah Kanaan bersama-sama dengan istrinya Sara. Lot kemenakannya juga ikut bersama mereka. Segala harta benda dan hamba-hamba yang mereka peroleh di Haran juga dibawa serta.

Setelah mereka tiba di Kanaan, Abraham menjelajahi tanah itu sampai ia tiba di pohon tarbantin di More, yaitu tempat ibadat dekat Sikhem. Pada masa itu orang Kanaan masih mendiami tanah itu.

Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan berkata kepadanya, “Inilah negeri yang akan Kuberikan kepada keturunanmu.” Lalu Abram mendirikan sebuah mezbah di tempat itu untuk Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya.

Setelah itu Abraham meneruskan perjalanannya ke daerah berbukit di sebelah timur kota Betel, dan mendirikan kemah di antara Betel dan Kota Ai, Betel terletak di sebelah barat dan Ai di sebelah timur. Di situ Abraham mendirikan mezbah, tempat ia menyembah Tuhan.

Kemudian Abraham meneruskan perjalanannya dari satu tempat ke tempat berikutnya, ia berjalan ke tanah Negeb dan Tuhan terus menyertai dia.

Baca juga: Proses Masuknya Agama Katolik dan Kristen di Indonesia

Demikian kisah Abraham dalam agama Katolik untuk diteladani. Semoga kisah tersebut bisa memberikan manfaat. (KRIS)