Konten dari Pengguna

Kisah Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq yang Bersejarah bagi Umat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Kisah Abu Bakar, sumber gambar: https://www.pixabay.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Kisah Abu Bakar, sumber gambar: https://www.pixabay.com/

Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan sahabat Rasulullah SAW yang pertama kali menyatakan percaya pada ajaran yang dibawanya. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar menggantikan posisi khalifah dan memimpin umat Islam. Kisah khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq dalam memimpin Islam hendaknya dapat dipelajari oleh generasi muslim agar lebih mencintai agama ini.

Dikutip dari buku Biografi Abu Bakar ah-Shiddiq oleh M.H. Haikal (2007), Abu Bakar telah menjadi sahabat Rasulullah, bahkan sebelum beliau belum menjadi khalifah. Abu Bakar dikenal sebagai sosok yang cerdas, sabar, jujur dan lembut.

Sejak Rasulullah memperoleh wahyu dari Malaikat Jibril, Abu Bakar senantiasa menemani Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam. Selain itu, Abu Bakar juga tidak gentar untuk ikut berperang dan melindungi Rasulullah.

Abu Bakar menjadi Khalifah Pertama dalam Sejarah Islam

ilustrasi Kisah Abu Bakar, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Saat Rasulullah meninggal dunia, Abu Bakar adalah salah satu sahabat yang paling merasa terpukul dan kehilangan. Namun, Abu Bakar segera bangkit dari kesedihan dan menyusun strategi untuk meneruskan perjuangan Rasulullah bersama para sahabat yang lain.

Berdasarkan hasil musyawarah bersama kaum Anshar dan Muhajirin, Abu Bakar terpilih menjadi khalifah yang menggantikan posisi Rasulullah. Kronologi terpilihnya Abu Bakar sebagai khalifah bukan tanpa alasan, mengingat beliau adalah orang pertama yang membenarkan peristiwa Isra Miraj, orang paling setia yang mendampingi Rasulullah saat hijrah, dan orang yang sangat gigih dalam memperjuangkan agama Islam.

Selama menjadi khalifah, Abu Bakar menyebarkan ajaran Islam dan memberantas kaum murtad hingga ke wilayah Hirab, Irak, dan Suriah. Abu Bakar juga memerangi nabi palsu pada masa kepemimpinannya.

Meninggalnya Abu Bakar

pada tahun ke-13 H, Abu Bakar meninggal di usia 63 tahun. Ia dimakamkan di sebelah makam Rasulullah, tepatnya di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Sebelum meninggal, Abu Bakar masih memikirkan kelanjutan nasib kaum muslim. Ia mewasiatkan agar kekhalifahannya diteruskan oleh Umar bin Khattab. Adapun seluruh harta yang diperoleh Abu Bakar Ash-Shiddiq selama menjadi khalifah disedekahkan ke Baitul Mal.

Setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat, posisi khalifah diberikan kepada Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan dilanjutkan oleh Ali bin Abi Thalib.

(DLA)