Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap: Menerima Wahyu Pertama

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah Nabi muhammad SAW, sumber foto: https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah Nabi muhammad SAW, sumber foto: https://unsplash.com/

Nabi Muhammad SAW yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk membimbing umat Islam menuju jalan yang benar sehingga mampu meraih surga, adalah panutan bagi umat Islam di seluruh dunia. Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya ketika beliau sudah berumur 40 tahun. Berikut adalah kisah lengkap Nabi Muhammad SAW saat menerima wahyu pertama dari Allah SWT.

Dikutip dari buku Kisah Nabi Muhammad SAW, Ajen Dianawati (2008), Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum Hijriyah tepatnya di Gua Hira. Kejadian ini diawali ketika Nabi Muhammad SAW prihatin akan keruntuhan moral yang sangat para di Kota Mekkah.

Ilustrasi kisah Nabi muhammad SAW, sumber foto: https://unsplash.com/

Kisah Nabi Muhammad SAW Lengkap: Menerima Wahyu Pertama

Kemudian dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Aisyah istri Nabi Muhammad SAW berkata “Peristiwa awal turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW adalah diawali dengan Ar-ru'yah ash-shadiqah (mimpi yang benar) di dalam tidur. Tidaklah Beliau bermimpi, kecuali yang Beliau lihat adalah sesuatu yang menyerupai belahan cahaya Shubuh. Dan di dalam dirinya dimasukkan perasaan untuk selalu ingin menyendiri.”

Kemudian beliau memutuskan untuk berdiam diri di dalam Gua Hira. Sampai pada akhirnya malaikat Jibril mendatanginya seraya berkata Iqra. Kemudian Rasulullah SAW menjawab “Aku tidak bisa membaca” beliau menjelaskan, kemudian malaikat itupun menarik dan menutupiku hingga akupun merasa kesusahan. Kemudian malaikat itu kembali lagi kepadaku dan berkata iqra. Aku menjawab “Aku tidak bisa membaca.”

Kemudian malaikat menyuruh beliau membaca surat Al-Alaq ayat 1 – 5 :

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Kemudian setelah selesai membaca surat tersebut malaikat meninggalkannya pergi, kemudian Rasulullah SAW pulang dengan keadaan gelisah dan mengigil seperti demam. Sampainya di rumah beliau meminta istrinya Khadijah untuk menyelimutinya dan Rasulullah SAW menceritakan apa yang dialaminya kepada Khadijah dan Rasulullah SAW berkata “Wahai Khadijah, apa yang terjadi denganku? Sungguh aku merasa khawatir atas diriku sendiri.”

Dan kemudian Khadijah menjawab “Tidak, bergembiralah engkau. Demi Allah, Allah selamanya tidak akan menghinakan engkau. Sesungguhnya engkau selalu menyambung tali persaudaraan, selalu menanggung orang yang kesusahan, selalu mengupayakan apa yang diperlukan, selalu menghormati tamu dan membantu derita orang yang membela kebenaran.”

Demikian adalah kisah Nabi Muhammad Lengkap saat beliau menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui perantara malaikat Jibril. (WWN)