Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Musa dan Hikmah yang Dapat Diambil untuk Kehidupan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Nabi Musa. Foto: dok Intens.news
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Nabi Musa. Foto: dok Intens.news

Dalam Alquran dan hadist yang berisi tentang hukum sebagai pedoman hidup bagi umat Islam juga berisi tentang kisah Nabi. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kisah Nabi terdapat banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil untuk kehidupan kita, salah satunya adalah kisah Nabi Musa. Kisah Nabi Musa yang dikenal dengan beragam mukjizat dan masalah yang dihadapi dapat kita ketahui salah satunya dalam artikel berikut ini.

Kisah Nabi Musa Lengkap dengan Hikmah yang Berharga Bagi Kehidupan

Nabi Musa yang merupakan salah satu ulul azmi, yaitu rasul pilihan yang mempunyai ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. Nabi Musa mendapat gelar ulul azmi bersama dengan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Nabi Musa yang diutus untuk menyebarkan wahyu Allah kepada kaum Bani Israil dan Firaun yang hidup di Zamar tersebut.

Kisah Para Nabi Tercantum dalam Alquran. Foto: dok Konsultasi Syariah

Di antara banyaknya kisah Nabi Muhammad yang diceritakan dalam Alquran, salah satu kisah yang dapat Anda ambil hikmahnya adalah saat Nabi Musa ingin berguru kepada Nabi Khaidir. Kisah Nabi Musa ini tercantum pada surat Al Kahfi ayat 66 hingga 70.

Dalam surat ini diceritakan bahwa Nabi Musa yang tidak diperbolehkan banyak bertanya selama perjalanan dan melakukan semua perintah yang dikatakan Nabi Khaidir. Berikut ini adalah Surat Al Kahfi ayat 66-70 beserta terjemahannya:

قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا (66) قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا (67) وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا (68) قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا (69) قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا (70)

Artinya: Musa berkata kepada Khidir, "Bolehkah aku mengikutimu su­paya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” Dia menjawab, "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” Musa berkata, "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menen­tangmu dalam sesuatu urusan pun.” Dia berkata, "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.”

Kisah Nabi Musa dalam surat Al Kahfi tersebut dapat kita ambil hikmahnya betapa kita harus bersabar dalam menuntut ilmu. Kesabaran merupakan modal utama bagi semua orang yang sedang menimba ilmu agar ilmu yang diperoleh dapat diserap dengan baik dan juga memberikan hikmah bagi kehidupan kita. Dengan mengetahui salah satu kisah Nabi Musa yang diceritakan dalam Alquran, Anda dapat meneladani sifat Nabi Musa. (DA)