Kisah Singkat Sejarah HMI di Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bila membahas mengenai sejarah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), pastinya tidak lepas kaitannya dengan nama Lafran Pane. Siapakah Lafran Pane? Apa kontribusinya dalam sejarah berdirinya HMI?
Sejarah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
Sejarah HMI berawal dari momen berdirinya pada tanggal 5 Februari 1947. HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang pendiriannya diprakarsai oleh seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (Sekarang UII) bernama Lafran Pane beserta 14 orang rekannya.
Sebelum ada HMI, telah lebih dulu ada organisasi kemahasiswaan pada tahun 1946 yang bernama Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY). Anggotanya antara lain adalah mahasiswa-mahasiswa dari 3 perguruan tinggi di Yogyakarta, yaitu:
Sekolah Tinggi Teknik (STT)
Sekolah Tinggi Islam (STI)
Balai Perguruan Tinggi Gajah Mada (sekarang UGM)
Lafran Pane adalah seorang mahasiswa yang berada di fakultas hukum Sekolah Tinggi Islam (sekarang menjadi FH-UII) yang memiliki gagasan untuk membentuk dan mendirikan organisasi kemahasiswaan yang baru.
Awalnya, Pane dan rekannya membicarakan mengenai ide untuk membentuk organisasi kemahasiswaan dengan nilai-nilai keislaman. Kemudian pada November 1946, Pane mengadakan rapat dengan mengundang mahasiswa Islam yang berada di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta, yang dihadiri sekitar 30 orang mahasiswa yang merupakan anggota dari organisasi PMY dan Pemuda Islam indonesia. Sayangnya, rapat tersebut tidak menghasilkan keputusan apa pun.
Selanjutnya, pada tanggal 5 februari 1947, Lafran Pane mengadakan pertemuan mendadak yang bertempat di ruang kuliah Sekolah Tinggi Islam dengan agenda pembentukan organisasi mahasiswa Islam. Mengutip dari Pergulatan HMI di Pulau Seribu masjid (sejarah dan aksi), Darsono Yusin Sali, 2018, beberapa tokoh pemuda muslim yang terlibat antara lain adalah:
Lafran Pane
Asmin Nasution
Dahlan Husain
Kartono Zarkasi
Thayeb Razak
Maisaroh Hilal
Suwali
Yusdi Ghozali
Mansyur
Siti Zainab
Hasan Basri
Zulkarnaen
Toha Mashudi
Bidron Hadi
M. Anwar
Hari itu jugalah yang kemudian dikenang dan diperingati sebagai hari berdirinya HMI. Ada dua tujuan yang hendak dicapai atas berdirinya HMI, yaitu:
Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia
Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam
Untuk lebih mengukuhkan eksistensi HMI, dibentuklah pengurus HMI yang pertama. Susunannya adalah:
Ketua: Lafran Pane
Wakil Ketua: Asmin Nasution
Penulis I: Anton Timoer Djailani
Penulis II: Karnoto Zarkasyi
Bendahara I: Dahlan Husein
Bendahara II: Maisaroh Hilal, Soewali
Anggota: Yusdi Gozali, Mansyur
Sampai saat ini, sejak awal dimulai sejarah HMI sudah memberikan banyak kontribusi besar pada pembangunan Indonesia. (DNR)
