Konten dari Pengguna

Kisah Utsman bin Affan, Sang Khalifah yang Dermawan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah kedermawanan Utsman bin Affan, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah kedermawanan Utsman bin Affan, sumber foto: https://www.pexels.com/

Salah satu sifat yang terkenal dari khalifah Utsman bin Affan yang perlu diteladani adalah sifat dermawan. Utsman bin Affan banyak sekali memberikan harta yang dimiliki untuk kepentingan rakyat atau agama Islam. Bagi yang belum mengetahui bagaimana kisah Utsman bin Affan yang merupakan salah satu khalifah yang memiliki sifat dermawan bahkan semenjak belum menjabat sebagai khalifah, berikut kisahnya.

Khalifah Utsman bin Affan yang Dermawan

Dikutip dari buku Biografi Utsman bin Affan, Ali Muhammad Ash-Shallabi (2013: 1) nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Khalib. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah SAW pada Abdi Manaf. Sedang ibunya Bernama Arwa binti Kuraiz bin Rabi’ah bin Habib bin Abd Syams bin Abdi Manaf bin Qushay.

Ilustrasi kisah kedermawanan Utsman bin Affan, sumber foto: https://www.pexels.com/

Utsman bin Affan, seorang saudagar asal Mekkah yang kaya raya. Keluarganya memang sudah terkenal memilliki kekayaan dan status sosial yang tinggi di kalangan orang Mekkah. Kisah kepemimpinan Utsman bin Affan mungkin tidak segarang dengan khalifah lainnya, karena memang Utsman bin Affan dikenal senagai seorang yang lemah lembut dan tidak menyukai peperangan. Namun Utsman bin Affan dikenal sebagai salah satu khalifah yang sangat dermawan.

Dikisahkan pada suatu masa terjadi ujian bagi umat Islam kala itu terjadi kekeringan yang sangat panjang di Madinah. Mayoritas umat Islam meninggalkan harta benda mereka di Mekkah saat hijrah. Sementara sisa sumur yang masih memiliki air adalah miliki orang Yahudi yang bernama Ruma.

Ruma menjual airnya dengan harga yang sangat tinggi. Hal ini membuat banyak umat muslim yang tidak mampu kesulitan membeli dan hidup menderita. Rasulullah pun mengumpulkan para sahabat untuk mencari jalan keluar bersama.

Saat itulah, Utsman berkata bahwa ia akan membeli sumur itu. Rasulullah lalu berkata dan memotivasi sahabatnya, “Barang siapa yang mendermakan hartanya di jalan Allah maka dibangun rumah untuknya di surga.”

Awalnya, pembelian sumur tidak berjalan lancar. Ruma mematok harga yang sangat mahal sehingga Utsman tak bisa memenuhinya. Tapi beliau tidak menyerah dan memberi penawaran untuk membeli setengahnya saja, jadi tiap hari Ruma dan Utsman bergantian memiliki sumur itu. Sang pemilik sumur akhirnya setuju dengan usulan itu.

Pada hari saat sumur itu menjadi milik Utsman, ia membagikan airnya secara gratis ke orang-orang sekitar yang membutuhkan. Membuat pembeli air Ruma keesokan harinya menurun drastis. Hal tersebut berlangsung beberapa hari hingga akhirnya Ruma pun menjual separuh sumurnya lagi ke Utsman.

Itulah salah satu cerita kedermawanan dari Utsman bin Affan, khalifah ketiga dalam sejarah peradaban Islam.(WWN)