Konten dari Pengguna

Kisah Wafat Yesus Kristus dan Maknanya bagi Umat Kristen

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Wafat Yesus Kristus, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Kisah Wafat Yesus Kristus, Foto: Pixabay

Wafat Yesus Kristus yang biasa dirayakan pada akhir Maret atau awal April merupakan peristiwa pengorbanan Yesus Kristus demi membebaskan umat manusia dari kebinasaan akibat dosa.

Kisah Wafat Yesus Kristus

Usai perjamuan terakhir bersama para murid, Yesus diserahkan oleh murid-Nya sendiri, yakni Yudas Iskariot. Ia digiring ke hadapan Imam Besar Kayafas dengan tuduhan menghujat Allah. Seketika itu juga khalayak umum berteriak bahwa ia harus dihukum mati.

Namun, hukuman mati hanya boleh dilakukan oleh pemerintah Romawi, sehingga Ia kemudian dibawa ke hadapan Pontius Pilatus. Saat itu, seorang penjahat bernama Barabas malah dilepaskan dan Yesus diserahkan untuk disalib.

Kesengsaraan Yesus pun dimulai. Ia disiksa dengan cambukan dan harus memanggul salib sampai ke puncak Golgota sebelum akhirnya mati di kayu salib.

Makna Penting dari Wafat Yesus Kristus

Kisah Wafat Yesus Kristus, Foto: Pixabay

Berdasarkan buku Iman Katolik: Buku Informasi, Konferensi Wali Gereja Indonesia, (2018:292), inilah makna penting dari wafat Yesus Kristus bagi umat Kristen:

  • Bentuk Kesetiaan dan Ketaatan kepada Allah Bapa

Wafat Yesus Kristus membuktikan kesetiaan dan ketaatan-Nya kepada Allah Bapa untuk menggenapi rencana penyelamatan umat manusia. Yesus menganggap kematianNya bukan sebagai hukuman, tetapi pengorbanan mulia demi keselamatan umat manusia.

Kesengsaraan dan kebangkitan-Nya merupakan tindakan yang menyelamatkan umat manusia satu kali untuk selamanya dari kuasa dosa yang membinasakan.

  • Bentuk Solidaritas kepada Manusia

Paulus menyatakan bahwa peristiwa penyaliban Yesus adalah karya Allah yang menjadi kekuatan bagi hidup manusia. Lewat penyaliban tersebut, kita tahu bahwa Allah senantiasa menyertai hidup kita dan terus mengasihi kita tanpa jemu-jemu, walaupun manusia sering melanggar perintah-Nya.

Yesus Kristus bahkan mati dengan bentuk kematian yang paling hina, yaitu disalibkan di antara 2 penjahat, demi menyelamatkan jiwa umat manusia dari kebinasaan.

  • Tindakan Penebusan Dosa Umat Manusia

Allah Bapa rela mengirimkan Putra-Nya yang tunggal ke muka bimi untuk turut merasakan kesengsaraan manusia dan menumpahkan darah-Nya satu kali untuk selamanya untuk menebus dosa seluruh umat manusia di muka bumi dan menghapuskan upah dari dosa, yaitu kematian kekal.

Dari peristiwa itu, kita dapat mempelajari makna pengorbanan dan cara mengasihi yang tulus. Yesus juga pernah mengajarkan bahwa tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang sahabat yang memberikan nyawanya bagi para sahabatnya.

  • Persatuan Kembali Umat Manusia dengan Allah

Selain membebaskan manusia dari kebinasaan, wafat Yesus Kristus juga menandakan kembalinya persatuan di antara Allah Bapa dan umat manusia. Dahulu kala manusia terpisah dari Allah, karena dosa yang membelenggu.

Namun, setelah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib yang menebus dosa kita, kini kita kembali dipersatukan dengan Allah Bapa. Maka dari itu, barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Mari kira hayati makna penting dari wafat Yesus Kristus ini dan berusaha maksimal untuk terus menaati perintah Allah Bapa seumur hidup kita.