Komponen Modul Ajar Deep Learning untuk Guru

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komponen modul ajar deep learning perlu diketahui para guru yang memerlukan pengetahuan serta pemahaman mendalam dalam penyusunan bahan ajar. Dengan modul ajar deep learning, guru bisa melatih siswa untuk berpikir kreatif, kritis, serta inovatif.
Berdasarkan buku Deep Learning Teori, Algoritma, dan Aplikasi oleh Norbertus Tri Suswanto Saptadi, dkk·, (2025:94), pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan metode yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan dari pembelajaran. Dengan metode ini, diharapkan siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik.
Komponen Modul Ajar Deep Learning yang Perlu Diketahui Guru
Terdapat beberapa komponen modul ajar deep learning yang perlu diketahui dan dipahami para guru. Adapun komponen modul ajar deep learning tersebut adalah identitas modul, tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, asesmen, dan media pembelajaran.
1. Identitas Modul
Dalam identitas modul, terdapat identitas penulis yang berisi nama, asal sekolah/instansi, mata pelajaran, kelas, dan tahun ajaran. Kemudian juga terdapat dimensi dari karakter lulusan yang ingin dicapai (contohnya, beriman dan bertaqwa, kreatif, mandiri, berpikir kritis, kerjasama, serta memahami keberagaman global).
2. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menjelaskan tentang harapan agar siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Tujuan dari pembelajaran harus konkret, terukur, realistis, relevan, dan mempunyai waktu tertentu.
3. Langkah-Langkah Pembelajaran
Serangkaian aktivitas pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Langkah pembelajaran mencakup kegiatan eksplorasi, diskusi, proyek, serta refleksi. Langkah pembelajaran yang aktif adalah melibatkan partisipasi langsung siswa, seperti pembelajaran berbasis masalah atau proyek.
4. Asesmen
Tahap yang dipakai untuk menilai pemahaman siswa dan perkembangan dalam belajar. Dapat berupa asesmen formatif (evaluasi selama proses pembelajaran) dan sumatif (evaluasi setelah pembelajaran selesai). Penilaian harus menilai cara berpikir siswa, bukan sekadar hasil akhir.
5. Media Pembelajaran
Sumber yang digunakan untuk mendukung proses belajar, seperti bahan bacaan, video, presentasi, atau platform digital. Media pembelajaran mesti interaktif dan menarik bagi para siswa agar dapat dipahami dengan mudah.
Baca juga: 2 Contoh Studi Kasus PPG 2025 yang Singkat untuk Referensi Guru
Setelah mengetahui komponen modul ajar deep learning, diharapkan guru dapat menyusun materi pembelajarn dengan baik. Dengan begitu siswa bisa belajar dengan baik di kelas. (Adm)
