Konten dari Pengguna

Konflik pada Negosiasi Biasanya Terjadi pada Bagian Penawaran, Ini Alasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian - Sumber: pexels.com/@ketut-subiyanto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian - Sumber: pexels.com/@ketut-subiyanto

Konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian penawaran. Hal tersebut terjadi karena berbagai alasan. Intinya, terdapat perbedaan keinginan dari kedua belah pihak yang terkait dalam proses negosiasi tersebut.

Negosiasi adalah proses interaktif antara dua pihak atau lebih yang berusaha mencapai kesepakatan atau solusi. Kesepakatan yang dihasilkan sebaiknya adalah yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Konflik pada Negosiasi Biasanya Terjadi pada Bagian Penawaran, Kenapa?

Ilustrasi konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian - Sumber: pexels.com/@olly/

Seperti sudah disebutkan bahwa konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian penawaran. Negosiasi memerlukan adanya kompromi saat pihak-pihak yang terlibat mencari titik tengah atau solusi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

Sebelum mencapai solusi tersebutlah, konflik sering terjadi. Beberapa alasan terjadinya konflik pada saat penawaran adalah:

1. Perbedaan Penilaian Nilai

Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi bisa saja memiliki penilaian yang berbeda mengenai nilai barang atau jasa yang dinegosiasikan. Salah satu pihak mungkin merasa nilai yang diajukan terlalu tinggi, sementara pihak lain mungkin merasa nilai tersebut sudah tepat.

2. Perbedaan Harapan atau Keinginan

Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi mungkin memiliki harapan atau keinginan yang tidak sama mengenai hasil dari penawaran. Salah satu pihak mungkin mengharapkan diskon atau penawaran tambahan, sementara pihak lain merasa bahwa penawarannya sudah cukup.

3. Penggunaan Taktik Negosiasi

Dalam negosiasi, biasanya ada pihak yang menggunakan taktik negosiasi yang berbeda-beda. Ini juga dapat menyebabkan konflik. Misalnya, salah satu pihak menggunakan taktik tawar-menawar yang agresif, sementara pihak lain memilih pendekatan kompromi.

4. Tidak Puas dengan Penawaran

Salah satu pihak mungkin merasa tidak puas dengan penawaran yang diberikan oleh pihak lain. Hal tersebut nantinya akan dapat menyebabkan ketegangan dan konflik dalam proses negosiasi.

5. Ketidakpastian atau Ketidakjelasan

Konflik juga dapat timbul ketika terdapat ketidakpastian atau ketidakjelasan. Bisa mengenai hal yang terkait dengan informasi atau kondisi dalam proses negosiasi.

Baca Juga: Pengertian Negosiasi Berdasarkan Situasi dan Jenisnya

Berdasarkan buku Seni Menaklukkan Penjual dengan Negosiasi, Istijanto M.M., 2007, konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian penawaran. Dengan mengetahui sumber konflik dan menyikapinya dengan bijaksana, kedua pihak dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. (DNR)