Konten dari Pengguna

Konjungsi Penanda Hubungan Kesertaan atau Jumlah dan Jenis Konjungsi Lainnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Konjungsi Penanda Hubungan Kesertaan atau Jumlah. Sumber: Unsplash/Patrick Tomasso
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Konjungsi Penanda Hubungan Kesertaan atau Jumlah. Sumber: Unsplash/Patrick Tomasso

Konjungsi adalah salah satu bagian penting dalam teks atau tulisan. Dengan adanya konjungsi, teks akan lebih mudah dipahami oleh para pembaca. Ada beberapa konjungsi, misalnya konjungsi penanda hubungan kesertaan atau jumlah.

Setiap jenis konjungsi digunakan sebagai penanda sesuatu. Oleh sebab itu, konjungsi penting untuk dipahami agar bisa menggunakannya dengan tepat.

Konjungsi Penanda Hubungan Kesertaan atau Jumlah

Ilustrasi untuk Konjungsi Penanda Hubungan Kesertaan atau Jumlah. Sumber: Unsplash/Blaz Photo

Apa itu konjungsi? Mengutip dari Bahasa Indonesia 1 SMP Kelas VII, Kusrini (2008:109), konjungsi atau kata penghubung adalah kata yang menghubungkan kata-kata, bagian-bagian kalimat, atau kalimat-kalimat dalam sebuah wacana.

Konjungsi juga menghubungkan paragraf satu dengan lainnya. Berdasarkan perilaku sintaksis dalam kalimat, konjungsi dibagi menjadi empat jenis. Salah satunya adalah konjungsi koordinatif.

Konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua unsur atau lebih yang memiliki status sintaksis sama atau sama pentingnya. Berikut beberapa contoh konjungsi koordinatif dan maknanya.

  • dan/atau: konjungsi penanda hubungan kesertaan atau jumlah

  • dan: konjungsi penanda hubungan penambahan

  • melainkan: konjungsi penanda hubungan perlawanan

  • serta: konjungsi penanda hubungan pendampingan

  • sedangkan: konjungsi penanda hubungan pertentangan

Jenis-Jenis Konjungsi Lainnya

Ilustrasi untuk Konjungsi Penanda Hubungan Kesertaan atau Jumlah. Sumber: Unsplash/Lilartsy

Selain konjungsi koordinatif, ada beberapa konjungsi berdasarkan perilaku sintaksisnya dalam kalimat, yaitu konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, dan konjungsi antarkalimat. Berikut penjelasannya.

1. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang mempunyai status sintaksis sama. Berikut adalah contohnya.

  • sedemikian rupa - sehingga

  • jangankan - pun

  • baik - maupun

  • entah - entah

  • bukan hanya - melainkan juga

  • tidak hanya - tetapi juga

2. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif merupakan jenis konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih. Klausa yang dihubungkan tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu klausa tersebut adalah klausa subordinatif.

Konjungsi ini dibagi lagi menjadi beberapa kelompok. Berikut beberapa di antaranya.

  • Konjungsi subordinatif waktu: sejak, sedari, ketika.

  • Konjungsi subordinatif syarat: jika, jikalau, apabila.

  • Konjungsi subordinatif pengandaian: seandainya, andai kata, seumpama.

  • Konjungsi subordinatif tujuan: supaya, agar.

  • Konjungsi subordinatif konsesif: meskipun, walaupun, biarpun.

3. Konjungsi Antarkalimat

Konjungsi antarkalimat merupakan jenis konjungsi yang digunakan di awal kalimat baru. Cirinya adalah menggunakan huruf kapital dan diikuti dengan tanda koma (,). Berikut contohnya.

  • Walaupun demikian,

  • Sekalipun begitu,

  • Biarpun demikian,

  • Meskipun begitu,

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Unsur yang Membentuk Sebuah Kalimat

Jadi, konjungsi penanda hubungan kesertaan atau jumlah adalah dan/atau. Konjungsi sangat penting untuk dipelajari agar bisa menulis suatu teks dengan baik dan mudah dipahami pembaca. (KRIS)