Konten dari Pengguna

Konjungsi Temporal: Definisi, Fungsi, Jenis, Ciri-ciri, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa Itu Konjungsi Temporal?, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Apa Itu Konjungsi Temporal?, Foto: Pixabay

Kegiatan menulis tidak pernah lepas dari kata hubung alias konjungsi, salah satunya konjungsi temporal. Sebagian darimu mungkin bertanya, "Apa itu konjungsi temporal?"

Apa Itu Konjungsi Temporal?

Dilansir dari buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, Dra. Idda Ayu Kusrini, M.Pd., (2008:109), konjungsi temporal adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu yang digunakan untuk menghubungkan 2 peristiwa berbeda.

Jadi, 2 kejadian yang menggunakan keterangan waktu dihubungkan dengan konjungsi temporal yang akan memaparkan waktu dari suatu kejadian, sehingga kalimat jadi lebih mudah untuk dipahami.

Fungsi Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal berfungsi untuk menghubungkan kata-kata dan kalimat yang berhubungan di dalam hal waktu. Konjungsi temporal berperan penting untuk membentuk paragraf yang memaparkan suatu kejadian secara berurutan dengan kronologi yang jelas. Dengan begitu, pembaca dapat benar-benar memahami tulisan yang dibaca.

Ciri-ciri Konjungsi Temporal

Agar lebih jelas, berikut ciri-ciri konjungsi temporal:

Berfungsi sebagai subjungtif yang menegaskan kemungkinan objektif di dalam suatu kalimat

Penggunaannya melengkapi kalimat dengan makna yang koheren, sehingga mudah untuk dipahami para pembaca

Konjungsi temporal juga bisa digunakan untuk mengaitkan klausa dengan kalimat induk

Menghubungkan kalimat yang memiliki unsur waktu

Jenis Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal merupakan salah satu jenis konjungsi, tetapi ia pun dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederajat digunakan di kalimat majemuk untuk menghubungkan kata dan kalimat yang setara atau sederajat. Jadi, konjungsi temporal sederajat hanya ditempatkan di tengah. Contohnya: kemudian, lalu, selanjutnya, setelahnya, dan sesudahnya.

  • Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Konjungsi temporal tidak sederajat merupakan kebalikan dari konjungsi temporal sederajat. Karena digunakan untuk menghubungkan kalimat yang bertingkat, maka konjungsi ini bisa ditempatkan baik di awal maupun tengah kalimat. Contohnya: apabila, demi, ketika, sebelum, sehingga, semenjak, sementara, dan tatkala.

Contoh Kalimat dengan Konjungsi Temporal Sederajat

Apa Itu Konjungsi Temporal?, Foto: Pixabay

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kalimat konjungsi temporal sederajat:

  1. Sampai di rumah, Anita mandi lalu menyantap makan siang bersama ibunya.

  2. Aldi yang masih mengantuk bergegas untuk pergi ke sekolah kemudian tanpa sengaja masuk ke toilet perempuan.

  3. Usai menunaikan salat magrib, Yanto selanjutnya membuka aplikasi Al-Quran untuk mengaji surat Al-Kahfi.

Contoh Kalimat dengan Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kalimat konjungsi temporal tidak sederajat:

  1. Sebelum meninggalkan rumah, periksa dulu apakah masih ada barang yang tersambung dengan listrik.

  2. Apabila Anda merasakan sakit kepala yang tak tertahankan, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

  3. Ketika menikmati malam di pantai bersama anaknya, Doni melihat Rani, mantan kekasihnya dari kejauhan.

Sekarang kamu sudah paham apa itu konjungsi temporal, bukan? Semoga setelah memahaminya, tulisanmu bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik, yah.(BRP)