Konjungsi Temporal: Definisi, Fungsi, Jenis, Ciri-ciri, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan menulis tidak pernah lepas dari kata hubung alias konjungsi, salah satunya konjungsi temporal. Sebagian darimu mungkin bertanya, "Apa itu konjungsi temporal?"
Apa Itu Konjungsi Temporal?
Dilansir dari buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, Dra. Idda Ayu Kusrini, M.Pd., (2008:109), konjungsi temporal adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu yang digunakan untuk menghubungkan 2 peristiwa berbeda.
Jadi, 2 kejadian yang menggunakan keterangan waktu dihubungkan dengan konjungsi temporal yang akan memaparkan waktu dari suatu kejadian, sehingga kalimat jadi lebih mudah untuk dipahami.
Fungsi Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal berfungsi untuk menghubungkan kata-kata dan kalimat yang berhubungan di dalam hal waktu. Konjungsi temporal berperan penting untuk membentuk paragraf yang memaparkan suatu kejadian secara berurutan dengan kronologi yang jelas. Dengan begitu, pembaca dapat benar-benar memahami tulisan yang dibaca.
Ciri-ciri Konjungsi Temporal
Agar lebih jelas, berikut ciri-ciri konjungsi temporal:
Berfungsi sebagai subjungtif yang menegaskan kemungkinan objektif di dalam suatu kalimat
Penggunaannya melengkapi kalimat dengan makna yang koheren, sehingga mudah untuk dipahami para pembaca
Konjungsi temporal juga bisa digunakan untuk mengaitkan klausa dengan kalimat induk
Menghubungkan kalimat yang memiliki unsur waktu
Jenis Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal merupakan salah satu jenis konjungsi, tetapi ia pun dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu:
Konjungsi Temporal Sederajat
Konjungsi temporal sederajat digunakan di kalimat majemuk untuk menghubungkan kata dan kalimat yang setara atau sederajat. Jadi, konjungsi temporal sederajat hanya ditempatkan di tengah. Contohnya: kemudian, lalu, selanjutnya, setelahnya, dan sesudahnya.
Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Konjungsi temporal tidak sederajat merupakan kebalikan dari konjungsi temporal sederajat. Karena digunakan untuk menghubungkan kalimat yang bertingkat, maka konjungsi ini bisa ditempatkan baik di awal maupun tengah kalimat. Contohnya: apabila, demi, ketika, sebelum, sehingga, semenjak, sementara, dan tatkala.
Contoh Kalimat dengan Konjungsi Temporal Sederajat
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kalimat konjungsi temporal sederajat:
Sampai di rumah, Anita mandi lalu menyantap makan siang bersama ibunya.
Aldi yang masih mengantuk bergegas untuk pergi ke sekolah kemudian tanpa sengaja masuk ke toilet perempuan.
Usai menunaikan salat magrib, Yanto selanjutnya membuka aplikasi Al-Quran untuk mengaji surat Al-Kahfi.
Contoh Kalimat dengan Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kalimat konjungsi temporal tidak sederajat:
Sebelum meninggalkan rumah, periksa dulu apakah masih ada barang yang tersambung dengan listrik.
Apabila Anda merasakan sakit kepala yang tak tertahankan, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.
Ketika menikmati malam di pantai bersama anaknya, Doni melihat Rani, mantan kekasihnya dari kejauhan.
Sekarang kamu sudah paham apa itu konjungsi temporal, bukan? Semoga setelah memahaminya, tulisanmu bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik, yah.(BRP)
