Konten dari Pengguna

Konjungsi Temporal: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konjungsi Temporal. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Konjungsi Temporal. Sumber: unsplash.com

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berfungsi untuk menghubungkan antar kalimat, antar klausa, maupun antar paragraf tentang peristiwa tertentu yang berkaitan dengan waktu. Dalam bahasa Indonesia sebenarnya ada banyak jenis konjungsi yang dapat dipelajari dan konjungsi temporal menjadi salah satu yang paling sering digunakan.

Dalam buku Cermat Berbahasa Indonesia: Suplemen Materi Bahasa Indonesia karya Sutarno (2019), konjungsi temporal adalah hubungan atau pertalian waktu antara proporsisi dengan proporsisi yang lain menunjukkan terjadinya peristiwa dari tahap awal dan dilanjutkan dengan tahap berikutnya. Jadi, konjungsi temporal dapat diartikan sebagai kata penghubung dalam bahasa Indonesia yang terikat waktu.

Jenis Konjungsi Temporal dan Contohnya

Konjungsi Temporal. Sumber: unsplash.com

Terdapat dua jenis konjungsi temporal dalam bahasa Indonesia, yaitu konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Berikut adalah penjelasan selengkapnya beserta dengan contoh kalimatnya.

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederajat penempatannya berada di tengah kalimat karena fungsinya menghubungkan kalimat majemuk yang setara kedudukannya. Konjungsi ini digunakan untuk menghubungkan dua kalimat dengan. Contoh dari konjungsi temporal sederajat adalah lalu, kemudian, setelahnya, dan selanjutnya. Adapun contoh penggunaannya adalah sebagai berikut.

  • Pelayan menyodorkan menu makanan di restaurant tersebut, lalu berdiri dan dengan sopan bersiap mencatat pesanan pelanggan.

  • Rombongan tersebut membeli tiket kereta, kemudian membayarnya menggunakan aplikasi perbankan.

  • Panel surya tersebut telah diperiksa kelengkapannya, selanjutnya akan dilakukan pemasangan di atap rumah.

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Konjungsi temporal tidak sederajat adalah konjungsi yang menghubungkan kalimat majemuk dengan kedudukan bertingkat. Penempatan konjungsi ini bisa berada di awal, tengah, maupun akhir kalimat. Contoh dari konjungsi temporal tidak sederajat adalah semenjak, selama, tatkala, sementara, sejak, sambil, apabila, dan hingga. Adapun contoh penggunaannya adalah sebagai berikut.

  • Sejak orangtuanya meninggal, ia tinggal di panti asuhan.

  • Tatkala masih menjadi mahasiswa, ia mendapatkan banyak penghargaan karena bakat menulisnya.

  • Apabila penggunaan plastik terus dibiarkan, seisi laut akan dipenuhi dengan limbah plastik.

Demikian penjelasan tentang pengertian, jenis, dan contoh konjungsi temporal yang perlu Anda pahami. Semoga bermanfaat. (Anne)