Konten dari Pengguna

Konsep Penulisan Sejarah Tradisional

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konsep penulisan sejarah tradisional, sumber foto Chris Lawton on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konsep penulisan sejarah tradisional, sumber foto Chris Lawton on Unsplash

Jika berbicara mengenai sejarah pasti kita akan berbicara mengenai hal-hal yang sudah terjadi di masa yang lalu atau telah lampau. Sejarah sangat penting untuk dipelajari karena berhubungan dengan apa yang sudah terjadi dan bisa dijadikan sebagai sebuah pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satu bentuk penyajian atau penulisan sejarah adalah historiografi tradisional. Di mana historiografi tradisional sudah ada sejak zaman kerajaan Hindu-Budha hingga kerajaan Islam. Pada penulisan sejarah tradisional menekankan pada konsep pembelaan kepada masyarakat serta merupakan naskah sejarah yang menceritakan tentang semua hal yang berhubungan dengan kerajaan, untuk lebih jelasnya berikut adalah ulasan lengkapnya.

Konsep Penulisan Sejarah Tradisional

Ilustrasi konsep penulisan sejarah tradisional, sumber foto Thomas Kelley on Unsplash

Untuk memahami konsep penulisan sejarah tradisional maka kita lihat terlebih dahulu pengertian dari historiografi tradisional. Dikutip dari buku Sejarah Untuk Kelas 1 SMA Karya M. Habib Mustopa dijelaskan bahwa historiografi adalah penulisan sejarah yang eksis pada masa kerajaan dan diciptakan oleh pujangga dari kalangan kerasaan sebagai salah satu bentuk legitimasi dari raja atau penguasa saat itu. Contoh historiografi tradisional adalah kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca, Babad Tanah Jawi, dan Babad Tanah Pasundan.

Ciri-Ciri Historiografi Tradisional

Dalam historiografi tradisional masih banyak menggunakan mulut ke mulut, atau bisa dibilang dalam segi penulisannya belum begitu valid karena masih ada berbagai sumber. Salah penulisan sejarah tradisional menekankan pada konsep menceritakan kerajaan dan beberapa hal yang ada pembahasan mengenai supranatural atau diluar nalar manusia. Berikut adalah ciri-ciri historiografi tradisional.

  1. Religio-magis, artinya unsur magis atau supranatural sangat kental dalam narasi historiografi tradisional

  2. Istana-sentris, artinya subyek, obyek, dan ruang lingkup historiografi tradisional hanya seputar kehidupan istana kerajaan

  3. Historiografi tradisional digunakan sebagai alat legitimasi (pengesahan) kekuasaan raja

  4. Bersifat feodalistik-aristokratis, artinya historiografi tradisional hanya membahas tentang sejarah dari kaum bangsawan dan keturunan raja

  5. Region-sentris atau kedaerahan, artinya historiografi tradisional banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat di daerah setempat.

Kelemahan Historiografi Tradisional

Ada beberapa kelemahan dari model penulisan sejarah tradisional salah satunya adalah memiliki tingkat objektivitas yang tinggi sehingga cerita yang ditulis cenderung dibuat untuk kepentingan penulis maupun kepentingan dari penguasa waktu itu.

Hal tersebut yang pada beberapa peristiwa atau kejadian diragukan objektivitas dan netralitasnya. Selain itu salah satu kelemahan dari metode penulisan ini adalah belum menggunakan metode yang jelas seperti penulisan sejarah modern.

Demikian adalah pembahasan mengenai penulisan sejarah tradisional menekankan pada konsep pembelaan kepada rakyat dan biasanya berpusat pada pembahasan mengenai kerajaan. (WWN)