Konten dari Pengguna

Konsep Sejarah Sinkronik: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Konsep Sejarah Sinkronik Pengertian, Ciri, dan Contohnya(Foto: Mathias Reding | Pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Konsep Sejarah Sinkronik Pengertian, Ciri, dan Contohnya(Foto: Mathias Reding | Pexels.com)

Sejarah adalah salah satu hal yang wajib untuk dipelajari. Dengan belajar sejarah kita bisa mengetahui peristiwa penting apa yang terjadi di masa lampau. Seperti yang sudah kita ketahui, sejarah merupakan peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau. Sejarawan mengetahui sejarah dengan mengumpulkan bukti-bukti sejarah yang ada kemudian menyusunnya. Dalam sejarah digunakan beberapa metode berpikir atau konsep untuk menganalisis peristiwa sejarah. Konsep sejarah yang mementingkan struktur disebut sinkronik. Simak pengertian, ciri, dan contoh konsep berpikir sinkronik berikut ini.

Konsep Sejarah Sinkronik: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Ilustrasi Pengertian Konsep Berpikir Sinkronik (Foto: Suzy Hazelwood | Pexels.com)

Apa pengertian sinkronik? Dikutip dari Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10 oleh Windriati (2021), kajian sejarah secara sinkronik artinya adalah mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam. Jadi, pengertian sinkronik adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa sejarah, bagaimana cara mempelajari atau mengkaji pola-pola, gejala, dan karakter dari sebuah peristiwa sejarah pada masa tertentu.

Cara berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah artinya ilmu sosial meluas dalam ruang, terbatas dalam waktu.

Ciri Konsep Berpikir Sinkronik

Ada beberapa ciri mempelajari sejarah dengan menggunakan konsep berpikir sinkronik. Berikut ini cirinya:

  • mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa tertentu

  • kajian sejarah dipusatkan pada pola, gejala, dan karakter

  • sifatnya horizontal

  • konsep ini tidak mengenal perbandingan

  • jangkauan kajian ini lebih sempit

  • memiliki kajian yang sangat sistematis

  • sifat kajian lebih serius dan mendalam

Contoh Sinkronik dalam Peristiwa Sejarah

Pembacaan Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah salah satu peristiwa bersejarah yang paling penting bagi rakyat Indonesia. Pembacaan Proklamasi terjadi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 (sekarang berganti nama menjadi Jalan Proklamasi). Sekitar 500 orang hadir saat peristiwa ini terjadi dan mereka membawa apa saja yang bisa dijadikan senjata.

Pada masa itu Jepang sudah dikalahkan oleh sekutu, namun tentara Jepang masih berada di Jakarta. Suasana di Jakarta kala itu masih kondusif.

Sebenarnya Proklamasi akan dibacakan di lapangan Ikada, namun dipindahkan ke kediaman Soekarno karena dikhawatirkan akan terjadi pertumpahan darah. Oleh karena itu sekitar 100 orang anggota Barisan Pelopor berjalan kembali dari lapangan Ikada ke kediaman Soekarno. Mereka terlambat dan menuntut pembacaan ulang Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun tuntutan mereka ditolak dan Hatta hanya memberikan amanat singkat saja.

Demikian penjelasan mengenai konsep sejarah yang mementingkan struktur disebut sinkronik yang meliputi pengertian, ciri, dan contohnya. Dengan menggunakan konsep berpikir sinkronik kita bisa mengetahui dampak atau perubahan yang terjadi pada suatu kejadian dalam waktu tertentu. Semoga bermanfaat. (KRIS)