Konten dari Pengguna

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok sampai Penyusunan Teks Proklamasi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Sampai Akhirnya Terjadi Penyusunan Teks Proklamasi, Foto: Unsplash/Yustinus Hendarto.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Sampai Akhirnya Terjadi Penyusunan Teks Proklamasi, Foto: Unsplash/Yustinus Hendarto.

Rengasdengklok menjadi peristiwa penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kronologi peristiwa Rengasdengklok sampai akhirnya terjadi penyusunan teks proklamasi ini dimulai pada tanggal 16 Agustus 1945.

Dikutip dari buku Detik-Detik Proklamasi karya Arifin Suryo Nugroho (2011), peristiwa Rengasdengklok ini menjadi latar belakang terjadinya penculikan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Hal ini dikarenakan takut adanya intervensi dari pemerintah Jepang.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok hingga Penyusunan Teks Proklamasi

Ilustrasi Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Sampai Akhirnya Terjadi Penyusunan Teks Proklamasi, Foto: Unsplash/GoodLifeStudio.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, sekelompok pemuda yang tergabung dalam pemuda-pemuda pro-kemerdekaan berkumpul di rumah seorang pemuda bernama Soekarni di Rengasdengklok, Jawa Barat.

Mereka adalah bagian dari gerakan pemuda yang semakin tidak sabar dengan penundaan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh pemerintah pendudukan Jepang.

Dalam pertemuan tersebut, para pemuda ini menyampaikan keputusan mereka untuk mengambil langkah tegas guna mempercepat deklarasi kemerdekaan. Kronologi peristiwa Rengasdengklok sampai akhirnya terjadi penyusunan teks proklamasi dimulai dari rencana Soekarno dan Hatta.

Sebelumnya, Soekarno dan Hatta telah merencanakan bahwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia akan diumumkan pada Jumat, 17 Agustus 1945, di Lapangan Ikada (sekarang Monas) atau di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56.

Namun, akhirnya diputuskan bahwa proklamasi akan dibacakan di rumah Soekarno karena adanya pengumuman acara lain di Lapangan Ikada dan kehadiran tentara Jepang yang siap untuk mencegah potensi kerusuhan.

Rumah Soekarno dianggap sebagai lokasi yang lebih aman. Sebelumnya, Soekarno dan Hatta bersama-sama menyusun teks proklamasi di Rengasdengklok, di rumah seorang Tionghoa bernama Djiaw Kie Siong.

Teks proklamasi ini disusun oleh beberapa tokoh, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, Sudiro, dan Sayuti Melik. Dalam penyusunan teks proklamasi ini Sayuti Melik memiliki peranan penting. Ia bertugas mengetik naskah menggunakan mesin tik yang diambil dari kantor perwakilan angkatan laut Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, bendera merah putih telah dikibarkan oleh pejuang Indonesia di Rengasdengklok sebagai persiapan menjelang proklamasi.

Sementara itu, para pemuda di Jakarta masih belum mendapatkan kabar terkini dari Rengasdengklok. Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan para pemuda di Jakarta, tetapi hanya berhasil bertemu dengan Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo. Keduanya kemudian pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno, Mohammad Hatta, Fatmawati, dan Guntur.

Ketika tiba di Rengasdengklok, Achmad Soebardjo meminta Soekarno dan Hatta untuk segera kembali ke Jakarta guna membacakan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 17 Agustus 1945, acara pembacaan proklamasi dimulai di kediaman Soekarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, pukul 10.00. Soekarno membacakan teks proklamasi dengan pidato singkat dan tidak menggunakan naskah tertulis.

Baca Juga: Kapan BPUPKI Terbentuk? Berikut Sejarah Singkatnya

Demikian pembahasan mengenai kronologi peristiwa Rengasdengklok sampai akhirnya terjadi penyusunan teks proklamasi. Peristiwa ini menjadi momen penting menjelang kemerdekaan Indonesia. (Umi)