Kuatir atau Khawatir, Manakah yang Sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama seperti bahasa lainnya, dalam bahasa Indonesia juga terdapat pedoman dan kaidah penulisan yang wajib diketahui. Sebab, kaidah penulisan bahasa Indonesia ini akan sangat berguna untuk berbagai kepentingan formal. Selain itu, dalam kaidah bahasa Indonesia juga telah ditentukan penulisan kata baku. Lantas, antara kata kuatir atau khawatir, manakah penulisan baku yang benar?
Dalam Bahasa Indonesia Kuatir atau Khawatir?
Jadi, manakah yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia antara kata kuatir atau khawatir? Jika menilik pada penulisan kata bakunya, maka penulisan yang benar adalah khawatir. Adapun arti kata khawatir mengutip dari laman KBBI adalah takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.
Dengan kata lain, khawatir memiliki makna perasaan gelisah yang dialami seseorang ketika ia sedang mencemaskan sesuatu. Meskipun dalam KBBI juga terdapat kata kuatir, namun penulisan tersebut merupakan bentuk kata tidak baku. Artinya, Anda tidak bisa menggunakan kata tersebut untuk penulisan formal.
Sedangkan untuk kata turunan dari kata dasar kata khawatir adalah kekhawatiran dan juga mengkhawatirkan. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh kalimat dengan penggunaan kata khawatir yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia.
Wajar jika setiap orang tua selalu merasa khawatir terhadap anaknya.
Rani khawatir jika Kris mengetahui semua rahasianya.
Rudi mengkhawatirkan Ana yang hingga kini belum kunjung pulang ke rumah.
Kekhawatiran Riska semakin menjadi-jadi ketika ia mendengar kabar buruk tentang Rian.
Adapun dalam bahasa Indonesia, terdapat empat kaidah atau pedoman penulisan yang digunakan antara lain sebagai berikut.
Kaidah ejaan, yakni semua peraturan tentang cara menggunakan simbol bunyi bahasa dan bagaimana hubungan antara simbol tersebut. Secara tidak langsung, kaidah ejaan ini berkaitan dengan penggunaan berbagai simbol kebahasaan.
Kaidah morfologi, yakni pedoman dalam pembentukan kata, seperti kata majemuk, kata imbuhan, dan kata ulang.
Kaidah sintaksis, yakni pedoman dalam bahasa yang mengatur hubungan kata dengan kata atau satuan yang lebih besar dalam bahasa.
Kaidah semantik, yakni suatu pedoman khusus pada bagian tata bahasa yang meneliti tentang makna dalam bahasa tertentu.
Demikian penjelasan tentang penulisan kata yang benar antara kata kuatir atau khawatir menurut kaidah bahasa Indonesia. (Anne)
