Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Arab dan Artinya sesuai Bacaan Alquran

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengutip buku Perbuatan Tak Disengaja Membuat Dosa Yang memberatkan Siksa Kubur oleh Indah Permatasari (2015), kematian merupakan suatu hal yang pasti terjadi pada setiap diri makhluk hidup. Sebab, setiap yang bernyawa pasti akan mati sesuai dengan kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut Arab.
Hakikat kematian adalah terpisahnya jiwa manusia dengan segala sesuatu yang dicintainya di kehidupan dunia, baik itu manusia maupun benda-benda yang disenanginya. Kematian bukan sesuatu yang harus ditakutkan karena semua orang pasti akan mengalaminya.
Hal yang perlu dilakukan oleh manusia adalah melakukan ibadah dan perbuatan baik sesering mungkin. Sebab, sesungguhnya yang dapat menolong keselamatan kita di akhirat adalah amal ibadah kita sendiri.
Oleh karena itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Sebab, sejatinya kehidupan di dunia hanya sementara, sedangkan kematian adalah kehidupan yang paling kekal.
Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Arab dalam Alquran
Berikut adalah bacaan kullu nafsin dzaiqotul maut Arab beserta artinya yang sesuai dengan Alquran:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
Kullu nafsin dzaiqatul maut.
Artinya: "Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian."
Hikmah Mengingat Kematian
Apa saja hikmah yang diperoleh jika sering mengingat kematian? Simak pemaparannya di bawah ini:
Mengingat kematian dapat melebur dosa dan zuhud. Hal ini sesuai dengan hadist, “Perbanyaiklah mengingat kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menimbulkan kezuhudan di dunia.” (HR. Ibnu Abiddunya).
Orang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Hal ini sesuai dengan hadist, “Secerdik-cerdiknya manusia adalah yang paling banyak mengingat kematian dan memperbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu.” (HR. Ibnu Majah).
Kematian sesungguhnya adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Kematian tidak terpaku pada usia, sehingga siapapun bisa mengalaminya kapan saja. Tugas manusia hanyalah mempersiapkan bekal untuk kematian tersebut dan berusaha menjadi manusia yang berakhlak baik.
Dengan mengetahui kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut Arab dan artinya, maka hal ini akan senantiasa menjaga diri kita untuk terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela dan merugikan.
(DLA)
