Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Surat Apa? Begini Jawaban dan Penjelasannya!

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa umat muslim mungkin sudah cukup familiar dengan kalimat kullu nafzin dzaiqotul maut, namun sudahkah kamu tahu kullu nafin dziqotul maut surat apa? Jika belum tahu atau mungkin lupa, maka simaklah ulasan singkat berikut ini agar kamu mengetahui sumber kalimat tadi beserta maknanya.
Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut Surat Apa? Apa Maknanya?
Kalimat kullu nafisn dzaiqotul maut sebenarnya merupakan firman Allah SWT yang terangkum dalam Alquran serta dapat ditemukan dalam 3 buah surat, yakni dalam surat Ali Imran, Al Anbiya, dan Al Ankabut. Oleh karena itu jika kamu bertanya “kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut surat apa?” maka jawabannya ialah bacaan tersebut terkandung dalam surat Ali Imran ayat 185, surat Al Anbiya ayat 35, dan surat Al Ankabut ayat 57.
Dikutip dari buku Filsafat Kematian karya Dr. Muhammad Abdurrahim Az-Zaini (2019: 42), pada dasarnya kalimat kullu nafisn dzaiqotul maut mengandung arti bahwasanya setiap yang bernyawa pasti kelak akan merasakan mati. Berdasarkan artian tersebut maka dapat kita sebut bahwa kullu nafsin dzaiqotul maut ialah firman Allah SWT yang mengingatkan umat manusia bahwasanya setiap makhluk hidup kelak akan merasakan kematian dan kembali kepada-Nya selaku maha pencipta kehidupan.
Agar umat muslim bisa semakin tahu apa sebenarnya makna dari kalimat kullu nafsin dzaiqotul maut tersebut, maka simaklah firman Allah SWT berikut ini sebagai dalil Alquran yang menyebut bahwa setiap jiwa pasti akan kembali kepada-Nya:
QS. Ali Imran Ayat 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kullu nafsin dzaiqatul maut. Wa innama tuwaffauna ujurakum yaumal-qiyamati faman zuhziha ani-nari wa udkhilal-jannata faqad faaza. Wa mal hayatuddunya illa mata’ul-ghurur
Artinya: “Setiap jiwa pasti merasakan kematian. Sesungguhnya hanyalah disempurnakan pahala-pahala kalian di Hari Kiamat. Maka, barang siapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran: 185)
QS. Al Anbiya Ayat 35
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja’ụn
Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan Hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. (QS. Al Anbiya: 35)
QS. Al Ankabut Ayat 57
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Artinya, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
Mengetahui bahwasanya Allah SWT menyebutkan kullu nafsin dzaiqotul maut sebanyak beberapa kali dalam surat-surat Alquran, maka umat muslim harus menyadari bahwa ungkapan tersebut adalah hal penting yang harus senantiasa diyakini, di mana kematian adalah hal mutlak yang kelak akan mendatangi setiap jiwa yang bernyawa tanpa ada satu orang pun yang mengetahui waktunya. Oleh karena itu, selama kita masih diberikan kesempatan hidup, maka kita diingatkan untuk selalu memanfaatkan waktu hidup tersebut sebaik mungkin dengan melakukan hal-hal baik dan meninggalkan keburukan sebagai bekal hidup di akhirat kelak. (HAI)
