Konten dari Pengguna

Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat dan Praktis tentang Makna Puasa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis, sumber foto by Muhammad Adil on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis, sumber foto by Muhammad Adil on Unsplash

Ceramah menjadi kegiatan yang sering kita dengar pada bulan Ramadhan ini. Jika kita salat Tarawih berjemaah, maka kita akan mendengarkan ceramah tentang keislaman atau ketakwaan setelah salat Isya atau setelah selesai salat Tarawih. Selain itu, setelah salat subuh sering juga kita dengar ceramah atau kultum untuk para jemaah. Banyak materi yang bisa disampaikan pada saat ceramah di bulan Ramadhan. Mulai dari materi keimanan, keutamaan puasa, Lailatulqadar, Nuzulul Quran, zakat, dan lain lain. Pada artikel kali ini, kita akan mengulas beberapa contoh ceramah tentang makna puasa. Berikut adalah kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis tentang makna puasa.

Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat

Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis, sumber foto Rumman Amin on Unsplash

Berikut adalah contoh ceramah Ramadhan singkat dan praktis tentang makna puasa. Salah satu makan dari puasa sendiri adalah melatih kesabaran kita sebagai umat muslim.

Assalamualaikum wr. wb.

Salah satu nama lain Ramadhan adalah bulan kesabaran. Mengapa disebut bulan kesabaran? Karena ibadah utama di bulan ini adalah puasa, dan puasa adalah separuh kesabaran.

Rasulullah SAW bersabda, "Puasa itu separuh kesabaran." (HR. Tirmidzi)

Menahan diri inilah bagian dari pendidikan kesabaran yang Allah canangkan melalui puasa. Allah telah menyediakan banyak keutamaan untuk orang-orang yang sabar.

Para ulama mengategorikan kesabaran dalam tiga hal:

Pertama, sabar terhadap nikmat. Sebagai contoh, ketika seseorang mendapatkan nikmat berupa jabatan, ia harus bersyukur dan bersabar pula dalam menjalankankan jabatannya. Jadi, jika ada yang mengajaknya bermaksiat, ia akan mampu menolaknya.

Kedua, sabar terhadap musibah. Saat seseorang mendapatkan kesulitan hidup, ia akan pasrah tanpa berusaha menghilangkan kesulitan itu melainkan mencari solusinya.

Ketiga, sabar terhadap ibadah. Salat, puasa, zakat, adalah implementasi kesabaran kita untuk taat kepada Allah.

Maka, barang siapa mampu menjadikan dirinya sebagai orang yang sabar, Allah berjanji dan memberikan hadiah. Allah SWT akan menaungi orang yang sabar dengan rahmat, perlindungan, pertolongan, dan rida-Nya.

Semoga di bulan Ramadhan yang juga dikenal sebagai bulan kesabaran ini kita mampu melatih kesabaran dan dikuatkan selalu oleh Allah SWT.

Makna puasa yang kedua adalah saling berbagi dengan sesama. Kita bisa menyampaikan tema sedekah dalam ceramah.

Bismillah.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, islam, dan sehat wal afiat sehingga kita dapat melaksanakan salat Jumat pada siang hari ini.

Selawat dan salam mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua selaku umatnya mendapatkan berkah.

Sebagai umat Islam, kita harus senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bagi siapa yang hari ini masih sama kadar keimanan dan ketakwaannya dengan hari sebelumnya adalah orang yang merugi. Sementara yang beruntung adalah dia yang mampu menjadi lebih baik setiap harinya.

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menaruh simpati dan empati kepada orang lain yang berkekurangan, baik dari sisi finansial, kekeringan jiwa dan motivasi, maupun hal lainnya.

Hal tersebut tentu saja harus diwujudkan dalam bentuk perhatian khusus kepada mereka, misalnya dengan sedekah.

Salah satunya dengan berbagi makanan, minuman, atau sebagian harta kita kepada mereka untuk dimanfaatkan dalam menjalani kehidupannya.

Dalam bahasa agama, hal tersebut merupakan ith’am. Laku ith’am kepada orang lain merupakan kebiasaan terbaik dalam Islam.

Bahkan, Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul Syaraful Ummatil Muhammadiyah, menyebutkan bahwa memberikan makan kepada orang lain merupakan bagian dari amal-amal yang paling diharapkan untuk mengantarkan kita masuk ke dalam surganya Allah SWT.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT.

Memang amalan ith’am ini dapat menjadi pelebur dosa bagi orang yang melakukannya hingga menjadi bagian dari hal yang mewajibkan pengamalnya mendapatkan rahmat hingga ampunan dari Allah SWT.

Tidak sekadar imbalan surga bagi mereka yang memiliki kebiasaan berbagi makanan. Mereka juga mendapatkan pintu dan ruang khusus di surga.

Oleh karena itu, mari kita melakukan ith’am, khususnya, kepada orang-orang terdekat kita, anak-anak yatim dan fakir miskin yang berada di sekitar kita. Sebab, mereka adalah orang-orang yang ada di depan mata yang harus kita bantu semampu kita.

Semoga kultum pada hari ini membawa keberkahan bagi kita semua.

(WWN)