Konten dari Pengguna

Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat untuk Dijadikan Bahan Renungan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis. Foto. dok. Muhammad Adil (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis. Foto. dok. Muhammad Adil (Unsplash.com)

Merenungi ceramah Ramadhan merupakan amalan yang banyak dikerjakan bagi umat Muslim selama bulan Ramadhan. Bagi Anda yang ingin meningkatkan kualitas diri dengan menyimak ceramah, berikut ini adalah kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis yang dapat Anda jadikan sebagai bahan renungan.

Kumpulan Ceramah Ramadhan Singkat dan Praktis yang Menyentuh Hati

Meraih keutamaan di bulan Ramadhan menjadi salah satu hal yang banyak diinginkan bagi umat Muslim saat menjumpai datangnya bulan Ramadhan. Salah satu cara yang banyak dipilih umat Muslim untuk memperoleh keutamaan di bulan Ramadhan adalah dengan merenungi ceramah Ramadhan yang menyentuh hati.

Khusus untuk Anda yang ingin meraih keutamaan yang melimpah di bulan penuh berkah ini, berikut ini kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis yang dikutip dari buku Ramadan Berpendar Maghfirah 1442 H yang disusun oleh Abdullah Farid et al (2021) sebagai bahan renungan di waktu senggang di bulan Ramadhan:

Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis. Foto. dok. Masjid Pogung Dalangan (Unsplash.com)

Ceramah Ramadhan Singkat 1: Memaknai Lailatul Qadar

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa malam lailatul qadar terjadi pada salah satu dari malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ada pula yang memperkirakan bahwa malam itu bertepatan dengan malam ke-27. Namun, nilai yang terkadung dalam hal ini, sesuai dengan pendapat Imam A’dzam Abu Hanifah RA. adalah kita sebagai umat Muslim diharapkan untuk selalu mencari dan menjemput kedatangan malam istimewa itu dengan beranggapan bahwa setiap malam adalah malam lailatul qadar.

Proses pencarian semacam ini selain memberikan pemahaman bahwa betapa istimewanya malam tersebut, hal itu juga akan membuat kita untuk lebih menjaga sikap untuk selalu mawas diri dan tidak terjatuh pada kondisi yang tidak diharapkan. Salah satu hikmah Allah membuat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam tidak menyebutkan pasti kapan terjadinya lailatul qadar adalah agar kita selalu menghidupkan setiap malam, seakan setiap malam itu adalah lailatul qadar.

Lailatul qadar merupakan malam penuh kemuliaan dan keistimewaan. Karena pada malam itu, Al-Qur’an untuk pertama kali diturunkan kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ada juga yang berpendapat pada malam itu Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia. Malam itu adalah malam penuh dengan anugerah. Orang yang betul-betul berusaha mencari keberkahan dalam lailatul qadar itu memiliki nilai istimewa yang pasti akan dicatat.

Ya, malam itu akan membuka dekapannya kepada orang-orang yang mengistimewakannya dan mengejawantahkan seluruh ilham yang ada pada dirinya kepada mereka. Jika memang begitu, maka berusaha untuk menjadi orang yang dapat mengistimewakan malam ini dan berupaya agar dapat menjadi bagian dari orang-orang yang diberikan nilai ini, merupakan hal yang diperlukan dalam keimanan kita.

Ilustrasi kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis. Foto. dok. Rachid Oucharia (Unsplash.com)

Ceramah Ramadhan Singkat 2: Menghidupkan Ramadhan

Ramadhan adalah nama bagi bulan ke-9 dalam kalender Islam. Para ahli bahasa Arab mengatakan bahwa "Ramadan" merupakan bentuk masdar dari kata "Ramda" yang bermakna "hari yang sangat panas, yang memanaskan batu dan pasir, tempat panas yang membakar kaki saat berjalan dengan kaki telanjang." atau dari kata "Ramda’a" yang bermakna "tempat yang terpanggang oleh teriknya terik matahari."

Bagi kaum Muslimin, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang dilimpahi banyak rahmat dan berkah. Dengan makna yang dikandungnya serta kepingan zaman suci dan ganjaran-ganjaran yang dijanjikannya, Ramadhan ibarat sultan bagi 11 bulan lainnya.

Ketika bulan Rajab datang, kita mempersiapkan diri menyongsong hari-hari penuh penghambaan. Kita akan kembali mengoreksi kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan, mengintrospeksi diri dengan tobat dan istighfar, meningkatkan penghambaan dengan berbagai ibadah, serta berusaha untuk meraih kemurnian hati dan jiwa.

Di bulan Rajab dan Syaban, puasa kita tingkatkan, lebih berhati-hati dengan keharaman, menyibukkan diri dengan Alquran, serta memberi lebih banyak kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama.

Pada hakikatnya, sama seperti hadist nabi yang berbunyi, "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikan kami pada bulan Ramadan." Ibadah-ibadah di bulan Rajab dan Syaban ibarat persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan dan agar dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Rasulullah bersabda:

خلسنا مث ،ناضمر هيلع لخد لجر فنأ مغرو ،يلع لصي ملف ؛ هدنع تركذ لجر فنأ مغر ةنجلا هلخدي ملف ،امهدحأ وأ ،ربكلا هاوبأ هدنع كردأ لجر فنأ مغرو ،هل رفغي نأ لبق

Artinya: "Celaka lah seseorang yang ketika disebut-sebut diriku di depannya ia tidak membaca shalawat atasku. Celaka pula seseorang yang bila bulan Ramadan menemuinya lalu pergi sebelum ia mendapat ampunan-Nya. Dan celaka lah seseorang yang kedua orangtuanya atau salah satunya berusia lanjut tetapi tidak dapat memasukkan dirinya ke dalam surga (dengan membuat mereka ridha)."

(Cuplikan ceramah dari Ali Unsal)

Kumpulan ceramah Ramadhan singkat dan praktis ini dapat Anda jadikan sebagai bahan renungan bagi diri sendiri untuk memperbaiki diri. Anda juga dapat membagikan ceramah ini untuk sesama saudara Muslim di sekitar Anda. (DAP)