Kumpulan Contoh Kata Nomina, Ciri-Ciri, dan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kata nomina dalam bahasa Indonesia penting untuk diketahui. Kata adalah unsur yang sangat penting untuk menyusun kalimat. Tanpa ada kata, tentunya kalimat tidak dapat dibentuk. Kata dibagi menjadi beberapa jenis yang memiliki fungsi berbeda-beda.
Salah satu jenis kata adalah nomina. Nomina memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan kelas kata yang lain.
Pengertian, Jenis, dan Contoh Kata Nomina
Apa itu nomina? Dikutip dari Tesaurus Bahasa Indonesia, Untara (2012:v), kata benda atau nomina merupakan jenis kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan semua yang dibendakan.
Nomina dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut pengertian dan contoh kata nomina yang bisa dipelajari.
1. Nomina Konkret
Nomina konkret adalah kata benda yang menggambarkan suatu objek yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Yang termasuk kata benda ini bisa berupa makhluk hidup, benda mati, tempat, dan sebagainya.
Contoh: rumah, buku, kertas, pensil, manusia, binatang, sepeda motor.
2. Nomina Abstrak
Nomina abstrak adalah kata benda yang tidak dapat ditangkap atau dikenali oleh pancaindra manusia. Kata benda ini bisa berupa ukuran, nama sifat, dan lain sebagainya.
Contoh: ide, ilmu, udara, keyakinan, kebohongan, kejujuran, kebaikan, dan lainnya.
3. Nomina Khusus
Nomina khusus adalah kata benda yang digunakan untuk nama benda tertentu secara khusus, misalnya untuk nama orang, nama negara, nama kota, dan lainnya.
Contoh: Jakarta, Indonesia, Budi, Arumi, Jepang, Seoul, Surabaya, dan sebagainya.
4. Nomina Umum
Nomina umum adalah kata benda yang digunakan untuk kata benda yang sifatnya umum.
Contoh: desa, stasiun, bandara, sekolah, pelajar, mal, dan lain-lain.
Ciri-Ciri Nomina
Agar bisa membedakan nomina dengan kelas kata lainnya, pelajari ciri-ciri nomina sebagai berikut.
Dapat diperluas dengan menambahkan “yang (+) kata sifat”, contohnya “Baju yang bagus”.
Dibatalkan dengan menambahkan kata “bukan”, contohnya “Bukan kursi”.
Dalam sebuah kalimat dapat berkedudukan sebagai subjek (S) dan objek (O). Contohnya, “Agus membeli baju baru”, kata “Agus” dan “baju” dalam kalimat tersebut adalah kata benda.
Dalam kalimat berpredikat verba, nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap.
Umumnya, nomina dapat diikuti oleh kata sifat.
Baca juga: Jenis-Jenis dan Fungsi Kata Penghubung dalam Pelajaran Bahasa Indonesia
Kumpulan contoh kata nomina, ciri-ciri, dan jenisnya tersebut bisa dipelajari untuk menambah wawasan dalam bahasa Indonesia. Selamat belajar! (KRIS)
