Kumpulan Kata-Kata Minang yang Bijak dan Penuh Makna dari Tanah Minangkabau

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minangkabau adalah salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat yang cukup terkenal. Selain popular dengan adat istiadat dan kulinernya, Minangkabau juga terkenal dengan pepatah kehidupan yang penuh makna. Ada banyak sekali kumpulan kata-kata Minang yang bijak dan menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Minangkabau hingga saat ini.
Kumpulan Kata-Kata Minang yang Bijak dan Penuh Makna dari Tanah Minangkabau
Berikut ini adalah kumpulan kata-kata Minang yang bijak dan penuh makna dari tanah Minangkabau dikutip dari buku Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau karya Edwar Jamaris (2002:44).
Usah cameh katiko susah, jan takabua katiko lai (Jangan cepas ketika susah, jangan takabur ketika ber-ada).
Kok bacakak buliah, kok bacarai jan disabuik-sabuik, beko talalu (Kalau bertengkar, boleh. Kalau bercerai, jangan diucap sembarangan, bisa-bisa nanti jadi berlaku).
Tibo nampak muko, pulang nampak pungguang (Datang dan pergi secara baik-baik).
Tiado rotan aka pun jadi, tiado kayu janjang dikapiang (Pandai-pandailah dalam memanfaatkan apa yang ada).
Dima bumi dipijak, disinan langik dijunjuang (Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan adat, aturan, nilai dan norma di daerah yang kita tinggali).
Haragoi sabalum pai, ganggam sabalum hilang, mampahankan indak samudah mandapek’an (Hargai sebelum pergi, genggam sebelum hilang, mempertahankan tidak semudah mendapatkan).
Adaik basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah (Setiap nilai dan norma di kehidupan berdasarkan dan berlandaskan pada agama Islam dan Al-Qur’an).
Lamak di awak, katuju di urang (Antara kita dan orang lain saling mendapat keuntungan).
Kok Cadiak Waang, Ambo indak Batanyo. Kok Kayo Waang, Ambo indak Mamintak (Menjelaskan harga diri orang Minang yang yang tidak bisa ditebus dengan harta maupun kepintaran seseorang).
Manang jadi arang, kalah jadi abu (Pertengkaran tidak akan menyelesaikan masalah, dan memberi keuntungan apa-apa bagi pihak manapun).
Apopun nan awak lakukan, lakukan saelok mungkin (Apapun yang kamu lakukan, lakukan dengan sebaik mungkin).
Jadilah diri wak surang. Jikok ado urang nan indak manyukoi kito, jan padulian itu (Jadilah dirimu sendiri. Jika ada orang tidak harus menyukaimu, Jangan pedulikan itu).
(Anne)
