Kumpulan Puisi Ibu Karya Mustofa Bisri yang Indah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibu merupakan sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya. Telah banyak karya sastra yang mengambil ibu sebagai tema, termasuk dalam puisi. Simak kumpulan puisi ibu karya Mustofa Bisri yang puitis dan indah berikut ini.
Pengertian puisi adalah salah satu karya sastra berisi ungkapan hati penulis, yang ditulis dalam bahasa yang ditata dan dipilih secara cermat. Puisi berisi kata-kata indah dan puitis yang menyentuh hati, serta dibawakan dengan penuh penjiwaan. Makna puisi juga bersifat imajinatif, artinya bebas diterjemahkan oleh siapa pun yang menikmatinya.
Puisi Ibu Karya Mustofa Bisri
Mustofa Bisri atau akrab dipanggil Gus Mus, adalah pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, yang sekaligus seorang seniman. Banyak karya seni yang sudah dihasilkannya, termasuk puisi-puisi indah tentang ibu.
Simak kumpulan puisi ibu karya Mustofa Bisri yang puitis dan indah dikutip dari buku Bahasa Indonesia (2006:22) dan laman nu.or.id,
Ibu
Kaulah gua teduh
Tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama
Kaulah kawah
Dari mana aku meluncur dengan perkasa
Kaulah bumi
Yang tergelar lembut bagiku
Melepas lelah dan nestapa
Gunung yang menjaga mimpiku
Siang dan malam
Mata air yang tak brenti mengalir
Membasahi dahagaku
Telaga tempatku bermain
Berenang dan menyelam
Kaulah, ibu, laut dan langit Yang menjaga lurus horisonku Kaulah, ibu, mentari dan rembulan Yang mengawal perjalananku Mencari jejak sorga Di telapak kakimu (Tuhan, aku bersaksi ibuku telah melaksanakan amanat-Mu menyampaikan kasih sayang-Mu maka kasihilah ibuku seperti Kau mengasihi kekasih-kekasih-Mu Amin)
Cinta Ibu
Seorang ibu mendekap anaknya yang durhaka saat sekarat Air matanya menetes-netes di wajah yang gelap dan pucat Anaknya yang sejak di rahim diharap-harapkan menjadi cahaya Setidaknya dalam dirinya Dan berkata anakku jangan risaukan dosa-dosamu kepadaku Sebutlah nama-Nya, sebutlah nama-Nya Dari mulut si anak yang gelepotan lumpur Dan darah Terdengar desis mirip upaya sia-sia Sebelum semuanya terpaku Kaku
Demikian kumpulan puisi ibu karya Mustofa Bisri yang dapat menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.(DK)
