Konten dari Pengguna

Kumpulan Puisi Nasionalisme yang Penuh Semangat Cinta Tanah Air

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi nasionalisme. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Puisi nasionalisme. Sumber: unsplash.com

Puisi menjadi salah satu jenis karya sastra yang tak lekang oleh waktu. Makanya, tak heran jika banyak penyair zaman dulu yang karyanya masih abadi hingga sekarang ini. Bukan hanya sekadar dikenang, tetapi juga turut serta menginspirasi para penyair lainnya. Nah, bagi Anda yang sedang mencari kumpulan puisi nasionalisme yang penuh semangat, simak artikel ini sampai akhir, ya.

Puisi Nasionalisme

Puisi nasionalisme. Sumber: unsplash.com

Berikut ini adalah contoh puisi nasionalisme yang penuh semangat cinta tanah air dikutip dari buku Nasionalisme dan Sastra karya Wildan (2020:166).

Puisi Pertama

Garuda Pancasila

Oleh: Prawoto Susilo

Dari Sabang sampai Merauke

Ada Garuda Pancasila di jiwa mereka

Kesaktian Pancasila tidak diragukan lagi

Sebagai pedoman hidup bernegara

Walau berbeda-beda agama

Walau berbeda-beda suku

Walau berbeda-beda bahasa

Tetap Bhinneka Tunggal Ika

Entah sampai kapan

Tak terbatas ruang dan waktu

Dari anak-anak sampai tua

Semua cinta Garuda Pancasila

Puisi Kedua

Bendera Merah Putih

Oleh: Prawoto Susilo

Berkibarlah Merah Putihku

Membentang luas ke langit biru

Merahmu cahaya semangatku

Putihmu pelita jiwaku

Tak akan ada yang berani menodaimu

Tak akan ada yang berani menghinamu

Tak akan ada yang berani menghancurkanmu

Karena seluruh nusantara ini menjagamu

Jiwa patriotku

Jiwa nasionalis kami semua

Bersatu padu

Tak terbatas ruang dan waktu

Untuk melindungimu

Puisi Ketiga

Isyarat

Oleh: Ariadi Rasidi

Angin senja bertiup menyapu reranting

Daun jatuh satu-satu

Beburung gagak terbang di atas pusara

Rembulan pucat muncul berbagi senyap

Angin senja berdesir di hati

Air mata lalu menetes-netes basahi bumi

Meratapi pertiwi yang sedang dilanda badai

Rakyat pun tersedu-sedu tafakur ke ilahi

Angin senja pun berkirim isyarat

Lengkapi tanda di lima waktumu

Lewat lantunan doa selamat kepada-Nya

Agar Indonesia kita selamat

Dunia akhirat.

Puisi Keempat

Benderaku

Oleh: Gatot Supriyanto

Ini benderaku, dua warna

Telah digambar dengan tubuh memar pahlawan

Bahkan tubuh luluh

Dengan tangan terpotong-potong

Hati tercabik-cabik

Diaduk di tungku peperangan

Merahnya membasahi bumi pertiwi

Putihnya jadi cermin negeri

Kuingin jadi angin

Bergabung kau, kau, kau hingga menggunung

Menjaga bendera tetap berkibar

Demikian empat referensi puisi nasionalisme yang penuh semangat cinta tanah air dan bisa menginspirasi Anda. (Anne)