Kumpulan Puisi Nasionalisme yang Penuh Semangat Cinta Tanah Air

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi menjadi salah satu jenis karya sastra yang tak lekang oleh waktu. Makanya, tak heran jika banyak penyair zaman dulu yang karyanya masih abadi hingga sekarang ini. Bukan hanya sekadar dikenang, tetapi juga turut serta menginspirasi para penyair lainnya. Nah, bagi Anda yang sedang mencari kumpulan puisi nasionalisme yang penuh semangat, simak artikel ini sampai akhir, ya.
Puisi Nasionalisme
Berikut ini adalah contoh puisi nasionalisme yang penuh semangat cinta tanah air dikutip dari buku Nasionalisme dan Sastra karya Wildan (2020:166).
Puisi Pertama
Garuda Pancasila
Oleh: Prawoto Susilo
Dari Sabang sampai Merauke
Ada Garuda Pancasila di jiwa mereka
Kesaktian Pancasila tidak diragukan lagi
Sebagai pedoman hidup bernegara
Walau berbeda-beda agama
Walau berbeda-beda suku
Walau berbeda-beda bahasa
Tetap Bhinneka Tunggal Ika
Entah sampai kapan
Tak terbatas ruang dan waktu
Dari anak-anak sampai tua
Semua cinta Garuda Pancasila
Puisi Kedua
Bendera Merah Putih
Oleh: Prawoto Susilo
Berkibarlah Merah Putihku
Membentang luas ke langit biru
Merahmu cahaya semangatku
Putihmu pelita jiwaku
Tak akan ada yang berani menodaimu
Tak akan ada yang berani menghinamu
Tak akan ada yang berani menghancurkanmu
Karena seluruh nusantara ini menjagamu
Jiwa patriotku
Jiwa nasionalis kami semua
Bersatu padu
Tak terbatas ruang dan waktu
Untuk melindungimu
Puisi Ketiga
Isyarat
Oleh: Ariadi Rasidi
Angin senja bertiup menyapu reranting
Daun jatuh satu-satu
Beburung gagak terbang di atas pusara
Rembulan pucat muncul berbagi senyap
Angin senja berdesir di hati
Air mata lalu menetes-netes basahi bumi
Meratapi pertiwi yang sedang dilanda badai
Rakyat pun tersedu-sedu tafakur ke ilahi
Angin senja pun berkirim isyarat
Lengkapi tanda di lima waktumu
Lewat lantunan doa selamat kepada-Nya
Agar Indonesia kita selamat
Dunia akhirat.
Puisi Keempat
Benderaku
Oleh: Gatot Supriyanto
Ini benderaku, dua warna
Telah digambar dengan tubuh memar pahlawan
Bahkan tubuh luluh
Dengan tangan terpotong-potong
Hati tercabik-cabik
Diaduk di tungku peperangan
Merahnya membasahi bumi pertiwi
Putihnya jadi cermin negeri
Kuingin jadi angin
Bergabung kau, kau, kau hingga menggunung
Menjaga bendera tetap berkibar
Demikian empat referensi puisi nasionalisme yang penuh semangat cinta tanah air dan bisa menginspirasi Anda. (Anne)
