Konten dari Pengguna

Kumpulan Terjemahan Kitab Kuning yang Mudah Dipelajari

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi terjemahan kitab kuning, sumber gambar: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi terjemahan kitab kuning, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Kitab kuning merupakan salah satu sarana pembelajaran yang umumnya diajarkan di pondok pesantren. Kitab ini terdiri dari kumpulan kertas berwarna kuning yang memuat huruf-huruf dalam Bahasa Arab dan tanpa harakat. Para santri di Indonesia umumnya mempelajari terjemahan kitab kuning agar lebih mudah dalam memahami makna dalam kitab tersebut.

Dikutip dari Majalah 33 Kitab Paling Berpengaruh di Pesantren oleh Tim Redaksi Majalah Tebuireng (2021), kitab kuning merupakan bahan pembelajaran yang menjadi ciri khas dari sebuah pesantren. Bahkan, ada ulama’ yang mengatakan bahwa tidak sah apabila sebuah pesantren mengajarkan ilmu tanpa kitab kuning. Oleh karena itu, kitab kuning telah melebur menjadi satu dalam suatu pesantren dalam orientasi pendidikan islami.

Kumpulan Terjemahan Kitab Kuning

ilustrasi terjemahan kitab kuning, sumber gambar: https://www.freepik.com/

Apa saja daftar terjemahan kitab kuning yang digunakan untuk pembelajaran di pondok pesantren? Simak penjelasannya di bawah ini:

• Al Wafi

• Afatul lisan Al Ghozali

• Al Adzkar An Nawawi

• Al Muwatho'

• Bulughul Marom

• Bathsul Masail

• Fiqhul Akbar

• Fathul Barii

• Hadits Arbain Nawawi

• Gorobul Quran

• Lubabul Hadits

• Matan Jurmiyah

• Mabadi Fiqih

• Sunan Tirmidz

• Matan Sanusiyah

• Sholih Muslim

• Riyadhus Sholihin

• Syu'bul Iman

• Targhib Wat Tarhib

• Tafsir Jalalain

• Zadut Tafsir fi ilmi at-Tafsir

Seiring dengan berkembangnya zaman, dunia pendidikan juga mengalami perubahan, tentunya ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan banyaknya madrasah diniyah yang juga menyelenggarakan pembelajaran kitab kuning. Jadi, di masa sekarang, kitab kuning tidak hanya eksklusif diajarkan di pondok pesantren saja, melainkan telah membaur di tengah-tengah pendidikan diniyah masyarakat.

Dalam hal ini, terjemahan kitab kuning sangat diperlukan, utamanya yang berbahasa Indonesia. Kitab kuning yang telah diterjemahkan akan lebih memudahkan para santri untuk mempelajari kitab tersebut. Tentunya, terjemahan yang digunakan harus berasal dari sumber yang valid agar tidak berubah struktur isi dan maknanya.

Dengan begitu, maka terjemahan kitab kuning memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu keislaman, khususnya di lingkungan pondok pesantren maupun madrasah diniyah.

(DLA)