Konten dari Pengguna

Kumpulan Ucapan Belasungkawa Bahasa Jawa yang Halus dan Sopan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ucapan belasungkawa bahasa Jawa. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ucapan belasungkawa bahasa Jawa. Sumber: unsplash.com

Saat ada berita duka dari seseorang, biasanya kita akan mengucapkan kalimat belasungkawa dengan makna pesan yang dalam. Ucapan belasungkawa tersebut menjadi bukti empati kita kepada keluarga yang ditinggalkan. Bagi masyarakat Jawa, mengucapkan belasungkawa juga menjadi unggah-ungguh yang perlu dipahami setiap orang. Oleh karena itulah, setidaknya kita mengetahui beberapa contoh ucapan belasungkawa bahasa Jawa yang halus dan sopan.

Kumpulan Ucapan Belasungkawa Bahasa Jawa yang Halus dan Sopan

Ucapan belasungkawa bahasa Jawa. Sumber: unsplash.com

Ketika akan memberi ucapan belasungkawa, Anda perlu berhati-hati supaya kalimat yang diucapkan tidak menyinggung perasaan keluarga yang sedang berduka. Dalam budaya Jawa, saat mengucapkan kalimat belasungkawa sebaiknya menggunakan krama inggil agar terkesan halus dan sopan.

Berikut ini adalah kumpulan ucapan belasungkawa bahasa Jawa yang halus dan sopan dikutip dari buku Bahasa Jawa Krama karya Maryono Dwiraharjo (2001).

  1. Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Nderek belasungkawa, mugi-mugi pinaringan jembar lan padhang kubure lan dingapura sedaya kalepatan. (Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Turut belasungkawa, mudah-mudahan kuburnya luas dan terang, serta diampuni semua dosa-dosanya.)

  2. Nderek belasungkawa, mugi arwahipun saget dipun tampi dumateng ngarsanipun Pangeran. (Turut berdukacita, semoga arwahnya diterima oleh Tuhan.)

  3. Mugi-mugi sedanten kekilafan lan kesalahan dingapunten dateng Allah, lan diparingi panggen ingkang sae. (Semoga semua kekhilafan dan kesalahan dimaafkan Allah dan diberikan tempat yang baik.)

  4. Nderek belasungkawa kagem sederek ingkang ditingal, mugi-mugi keluarga saget tabah lan ikhlas nampi cobaan sing diparingi Gusti Allah. (Turut belasungkawa untuk seluruh keluarga yang ditinggalkan, semoga keluarga dapat tabah dan ikhlas menerima cobaan dari Allah.)

  5. Innalillahi wainna ilaihi raji’un, turut belasungkawa. Mugi-mugi keluarga sing ditinggalaken saget ikhlas lan nompo lapang dada. (Innalillahi wainna ilaihi raji’un, turut belasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat ikhlas dan menerima dengan lapang dada.)

  6. Mugi-mugi amal lan ibadah almarhum/almarhumah ditampi ingkang sisih Gusti Allah SWT, kanggeh keluarga sing ditinggalke saget nampi kanthi ikhlas. (Semoga amal ibadah almarhum/almarhumah diterima di sisi Allah SWT, untuk keluarga yang ditinggalkan dapat menerima dengan penuh keikhlasan.)

(Anne)