Lafadz Annadhofatu Minal Iman Lengkap dengan Terjemahannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Annadhofatu minal iman merupakan salah satu hadist Rasulullah SAW yang menekankan bahwasanya setiap muslim haruslah senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Pasalnya lafadz annadhofatu minal iman jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti “Kebersihan adalah sebagian dari pada iman”.
Dalam pandangan Islam, iman atau beriman didefinisikan sebagai kesugguhan atau keyakinan seseorang terhadap sesuatu dengan sepenuh hati hingga dibuktikan dengan amalan perbuatannya. Imam Asy Syafi’i berpendapat bahwasanya keimanan seseorang tersebut dapat dibuktikan berdasarkan perilaku dan lisannya yang taat terhadap perintah Allah SWT dan menjauhi segala apa yang dilarang.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW yang disabdakan dalam hadits. Mengingat hadist termasuk sumber hukum terkuat kedua setelah Alquran, maka tiap-tiap umat muslim sangatlah dianjurkan untuk mentaati anjuran menjaga kebersihan tersebut sebagai salah satu bukti bahwa kita adalah umat yang beriman atas perintah Allah SWT.
Lafadz Annadofatu Minal Iman dan Terjemahannya
Dikutip dari buku Ulumul Hadis, Abdul Majid Khon (2012), secara lengkap lafadz annadhofatu minal iman berserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia ialah sebagai berikut:
النَّظَافَةُ مِنَ الْإيْمَانِ
Annadhofatu minal iman
Artinya: “Kebersihan adalah Sebagian dari Iman.”
Sebagian besar ulama berpendapat bahwa hadist yang menyebut annadofatu minal iman tersebut merupakan hadist yang lemah sumbernya. Meski begitu, namun esensi dari kebersihan adalah sebagian dari iman masih bisa dibenarkan. Pasalnya agama Islam senantiasa menekankan terhadap kebersihan dan kesucian baik dalam keadaan beribadah ataupun tidak.
Konsentrasi ajaran islam terhadap pentingnya menjaga kebersihan tentu memiliki dalil kuat berdasarkan firman Allah SWT dalam Alquran, misalnya saja seperti anjuran untuk menjaga kebersihan, sebab Allah menyukai orang-orang bersih sebagaimana bunyi ayat 108 surat At Taubah berikut ini:
“Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At Taubah: 108).
Setelah mengetahui pentingnya menjaga kebersihan sebagaimana dalil Alquran dan lafadz annadofatu minal iman dalam hadist tadi, semoga umat muslim bisa semakin menjadi pribadi yang bersih dan senantiasa dalam keadaan bersuci di setiap kesempatan. (HAI)
