Lafadz Takbiran dalam Bahasa Arab beserta Artinya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lafadz takbiran menggema bersahut-sahutan menyambut datangnya hari kemenangan. Hari raya Idul Fitri menjadi bukti kemenangan umat Muslim dalam melawan hawa nafsu mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari selama satu bulan penuh. Puasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan pun dilakukan semata-mata demi meraih rida Allah Ta’ala. Di hari raya Idul Fitri, umat Muslim kembali suci, dosa-dosa berguguran, kembali fitrah selayaknya bayi yang baru dilahirkan. Gema takbir yang mengalun menandakan saatnya untuk bersiap melaksanakan sholat Idul Fitri. Pelajari lafadz takbiran dalam ulasan beikut ini demi menyambut hari raya Idul Fitri dengan penuh seamangat karena Allah Ta’ala.
Lafadz Takbiran yang Dikumandangkan pada Hari Raya Idul Fitri
Dilansir dari laman NU Online, lafadz takbiran Idul Fitri yang dianjurkan untuk dilafalkan di malam takbiran menyambut hari raya Idul Fitri, berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab sebagai berikut:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”
Disamping tiga takbir di atas, umat Muslim dapat menambahkan dzikir sebagai berikut sebagaimana dzikir-takbir Rasulullah SAW di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”
Berikut lafadz takbiran yang sering dibaca oleh umat Muslim. Lafadz takbiran itu cukup baik untuk dibaca.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”
Mempersiapkan diri menyambut hari raya Idul Fitri dapat dimulai dengan mempelajari lafadz takbiran Idul Fitri lengkap dengan baik. Supaya kebaikan dan keberkahan yang Allah karuniakan dapat diraih dengan gemilang. (RHM)
