Lafal Doa yang Dianjurkan untuk Dibaca pada Saat Tersulut Emosi beserta Maknanya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam merupakan agama yang mengajarkan pemeluknya berbagai macam bacaan doa, contohnya doa saat tersulut emosi. Tuliskan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut?
Lafal doa yang sebaiknya diamalkan ketika sedang marah adalah Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani. Doa tersebut merupakan upaya seorang hamba untuk meminta pertolongan Allah terkait emosi diri.
Tuliskan Kembali Doa yang Dianjurkan untuk Dibaca pada Saat Kita sedang Tersulut Emosi, Apakah Makna yang Terkandung dalam Doa Tersebut?
Salah satu ajaran Islam yang mampu menyelesaikan banyak macam masalah adalah doa. Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah Swt., baik saat senang, sedih, marah, takut maupun kondisi lainnya.
Ketika sedang tersulut emosi sekali pun, seorang muslim perlu membaca doa. Dikutip dari buku Terapi Menguasai Rasa Marah, Noerillahi (2023: 26), Rasulullah saw. mengajarkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika marah.
Doa ketika sedang marah atau tersulut emosi sangat penting supaya hati mengingat Allah Swt. Tuliskan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut?
Mengutip dari buku yang sama, Noerillahi (2023: 76), berikut adalah bacaan doa ketika marah beserta artinya.
Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.”
Manusia Perlu Berlindung dari Godaan Setan
Jika melihat arti doa ketika marah, jelas bahwa doa tersebut merupakan permohonan seorang hamba kepada Allah Swt. Seorang hamba memohon kepada Allah Swt. untuk mengampuni dosanya, meredam kemarahannya, serta melindunginya dari pengaruh setan.
Islam tidak pernah mengajarkan pemeluknya untuk marah yang meledak-ledak sehingga menyakiti diri sendiri atau orang lain. Perlu marah yang meledak-ledak serta menyakiti tersebut sebenarnya merupakan godaan setan.
Berdasarkan kondisi itu, jelas bahwa manusia perlu memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari berbagai macam godaan setan. Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran.kemenag.go.id, Al-Qur’an Surat Fatir ayat 6 berbunyi:
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ
Artinya: “Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka, perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”
Baca juga: Bacaan Doa Bercermin dan Keutamaannya
Tuliskan kembali doa yang dianjurkan untuk dibaca pada saat kita sedang tersulut emosi, apakah makna yang terkandung dalam doa tersebut? Lafal doanya, yaitu Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani. Wallahu a’lam bishawab. (AA)
