Lafal Ijab Kabul Bahasa Sunda yang Kerap Dipakai Calon Pengantin Pria

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tak ada yang aneh dengan melakukan ijab kabul bahasa Sunda. Menikah dan melakukan ijab kabul dengan bahasa keseharian tidak mengurangi kesakralannya. Terlebih bagi mempelai yang sama-sama berasal dari suku Sunda. Hal tersebut juga tidak menghalangi keabsahan pernikahan yang akan dijalani.
Ijab Kabul dan Syarat Sah Pernikahan
Ada calon pengantin pria
Ada calon pengantin wanita
Ada wali nikah untuk pengantin wanita
Secara umum, wali nikah untuk pengantin perempuan adalah ayah biologisnya. Bila tak ada, bisa diwakilkan oleh saudara lelakinya, baik kakak maupun adik. Bila tak ada, bisa diwakilkan oleh saudara dari nasab ayah. Bila tidak ada juga, boleh diwakilkan oleh wali hakim dari KUA.
Ada mahar pernikahan
Mahar tak harus mahal, karena sifatnya tidak memberatkan. Mempelai pria bisa memberikan mahar hafalan ayat Alquran sebagai alternatif selain barang berharga. Secara umum, budaya di Indonesia menjadikan mahar seperangkat alat shalat sebagai mas kawin di hari bahagia saat pernikahan.
Bacaan ijab dan kabul sebagai puncak acara pernikahan
Dua orang saksi pernikahan
Dua orang saksi ini menjadi salah satu syarat pernikahan di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, saksi harus paham mengenai bacaan ijab kabul yang dilafalkan. Tak harus menggunakan bahasa Arab, lafal ijab kabul bahkan bisa dilakukan dalam bahasa nasional hingga bahasa daerah.
Contoh Bacaan Ijab bahasa Sunda
“Bismillahirrahmaanirrahiim, kaula nikahkeun jeung kawinkeun anjeun ka Fulanah anak kandung bapak, ku mas kawin perhiasan emas ‘sekian’ gram dibayar kontan.”
Artinya: Bismillahirrahmanirrahiim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Fulanah anak kandung Bapak, dengan maskawin perhiasan emas ‘sekian’ gram dibayar tunai.
Contoh Bacaan Kabul dalam Bahasa Sunda
“Tarima abdi nikah jeung kawinna Fulanah putri kandung bapak, ku mas kawin nu disebatkeun tadi dibayar kontan.”
Artinya: Saya terima nikah dan kawinnya Fulanah putri kandung Bapak, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.
Tak ada salahnya melafalkan ijab kabul bahasa Sunda. Asalkan saksi paham dan mengerti, maka hal tersebut masih bisa menjadi syarat sahnya pernikahan. Apapun bahasanya, harapan baik dan doa restu yang diharapkan kedua mempelai. Semoga pernikahan yang dijalani dapat mencapai sakinah, mawaddah wa rohmah.(ANG)
Frequently Asked Question Section
Apa saja syarat sah pernikahan?

Apa saja syarat sah pernikahan?
1. Ada calon pengantin pria 2. Ada calon pengantin wanita 3. Ada wali nikah untuk pengantin wanita
Siapa wali nikah untuk pengantin perempuan?

Siapa wali nikah untuk pengantin perempuan?
Secara umum, wali nikah untuk pengantin perempuan adalah ayah biologisnya. Bila tak ada, bisa diwakilkan oleh saudara lelakinya.
Bagaimana contoh ijab bahasa sunda?

Bagaimana contoh ijab bahasa sunda?
Tarima abdi nikah jeung kawinna Fulanah putri kandung bapak, ku mas kawin nu disebatkeun tadi dibayar kontan.
