Langkah-Langkah Penting dalam Melakukan Wawancara

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu cara untuk mencari berita atau informasi adalah dengan melakukan wawancara. Menuliskan catatan hasil wawancara merupakan langkah penting dalam merekam informasi yang didapat dari narasumber.
Dalam melakukan wawancara tentu saja ada langkah-langkah penting yang perlu dilakukan. Persiapan itu akan berdampak pada keberhasilan saat melakukan wawancara.
Menuliskan Hasil Wawancara Merupakan Langkah Penting dalam Merekam Informasi
Berdasarkan buku Cendekia Berbahasa, Erwan Juhara dkk., (2005), pengertian wawancara adalah bentuk kegiatan pemerolehan informasi dengan cara melakukan proses tanya jawab antara penanya dengan narasumber atau informasi.
Wawancara dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti penelitian, jurnalistik, psikologi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Secara umum, tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi secara langsung.
Dalam melakukan wawancara, tentunya ada langkah-langkah yang perlu dilakukan. Menuliskan catatan hasil wawancara merupakan langkah penting dalam merekam informasi yang didapat dari narasumber.
Proses wawancara melibatkan beberapa tahapan yang harus diikuti dengan cermat. Beberapa tahapan dalam proses wawancara adalah:
Perencanaan: Pada tahap ini, pewawancara harus merencanakan wawancara dengan baik. Hal ini mencakup menentukan tujuan wawancara, merancang pertanyaan, dan memilih narasumber yang tepat.
Pelaksanaan: Tahap pelaksanaan adalah ketika wawancara sebenarnya dilakukan. Pewawancara mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan mendengarkan dengan cermat.
Analisis Data: Setelah wawancara selesai, data yang diperoleh harus dianalisis dengan teliti. Data tersebut dapat dianalisis secara kualitatif atau kuantitatif, tergantung pada metode penelitian yang digunakan.
Pelaporan Hasil: Hasil dari wawancara harus dilaporkan dengan jelas dan transparan. Laporan harus mencakup temuan utama dan interpretasi data.
Baca juga: Apa Perbedaan antara Sumber Sejarah dan Fakta Sejarah? Ini Penjelasannya
Menuliskan catatan hasil wawancara merupakan langkah penting dalam merekam informasi yang didapat dari narasumber. Menulis hasil wawancara dalam bentuk audio menjadi teks disebut dengan istilah transkrip. Nantinya catatan hasil wawancara ini akan diolah menjadi produk yang dibutuhkan, bisa berupa artikel, laporan, atau bahkan buku. (ELZ)
