Langkah yang Tepat Jika Mendengar Berita atau Isu Negatif menurut Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring majunya perkembangan teknologi dan informasi, kita lebih mudah menerima berbagai kabar baik itu positif maupun negatif. Maka dari itu, kita perlu mengetahui bagaimana cara menyikapinya dengan baik. Langkah yang tepat jika mendengar berita atau isu negatif adalah dengan tabayyun. Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Langkah yang Tepat Jika Mendengar Berita atau Isu Negatif menurut Islam serta Dalilnya
Banyaknya berita atau isu negatif yang kita dengar setiap hari merupakan hal yang sangat mudah untuk dijumpai saat ini. Tak jarang masyarakat langsung mempercayai berita dan kabar yang diterimanya. Namun ternyata hal ini tak semestinya dilakukan. Langkah yang tepat jika mendengar berita atau isu negatif adalah dengan melakukan klarifikasi. Dalam Islam, hal ini dikenal dengan istilah tabayyun. Apa itu tabayyun?
Pengertian tabayyun dipaparkan secara lengkap dalam buku Kosakata Keagamaan yang disusun oleh M Quraish Shihab, Mutimmatun Nadhifah (2020: 461) memaparkan bahwa kata tabayyun diambil dari bahasa Arab tabayyanam yatabayyanu, tabayunan. Tabayyun adalah usaha mengetahui sesuatu yang tidak jelas. Ini dalam istilah populer adalah check and recheck. Upaya tabayun dibutuhkan untuk mengonfirmasi kebenaran suatu berita.
Tabayyun penting dilakukan untuk menghindari prasangka yang tidak seharusnya. Sebagaimana yang tertulis dalam Ayat-Ayat Alquran Tentang Manajemen Pendidikan Islam yang ditulis oleh Dr. Rahmat HIdayat, MA, Dr. Candra Wijaya, M.Pd (2017: 230) yang memaparkan bahwa perintah untuk tabayyun merupakan perintah yang sangat penting, terutama pada akhir-akhir ini di mana kehidupan antar sesama umat sering dihinggapi prasangka.
Allah SWT memerintahkan kita untuk bersikap hati-hati dan mengharuskan untuk mencari bukti yang terkait dengan isu mengenai suatu tuduhan atau yang menyangkut identifikasi seseorang. Hal tersebut tertuang dalam sebuah ayat Alquran yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).
Berdasarkan pemaparan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa melakukan tabayyun menjadi langkah yang tepat dan paling bijak dilakukan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mendahulukan tabayyun, kita dapat meminimalisir adanya prasangka buruk yang timbul terhadap suatu berita atau isu yang beredar. (DAP)
