Konten dari Pengguna

Lawan dari Sifat Syukur dan Pengertiannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lawan dari Sifat Syukur. Sumber: pexels.com/Monstera
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lawan dari Sifat Syukur. Sumber: pexels.com/Monstera

Dalam ajaran Islam, lawan dari sifat syukur adalah khufur nikmat. Khufur nikmat adalah sifat yang harus dijauhi umat Muslim. Umat Muslim harus bersyukur terhadap semua karunia yang diberikan Allah SWT .

Khufur nikmat adalah sifat yang sering muncul pada diri manusia, disadari atau tidak. Oleh karena itu, supaya dapat menjauhi sifat tersebut, umat Muslim perlu memahami pengertian dari sifat khufur nikmat.

Arti dan Lawan Kata dari Sifat Syukur

Ilustrasi Lawan dari Sifat Syukur. Sumber: pexels.com/Pavel Danilyuk

Mengutip buku Tetaplah Bersyukur oleh Muhammad Qadir (2017: 14), sebagian ulama berpendapat bahwa kata syukur diambil dari akar kata syakara yang memiliki arti membuka. Kata tersebut merupakan lawan kata dari kafarat (kufur) yang berarti menutup atau melupakan nikmat. Orang-orang yang tidak merasa atau melupakan nikmat yang diberikan Allah SWT, maka mereka termasuk dalam kategori orang-orang yang kufur nikmat.

Allah SWT memerintahkan umat Muslim untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Barang siapa selalu bersyukur maka Allah SWT akan selalu menambah kenikmatan untuk hamba-Nya. Namun, barangsiapa mengingkari nikmat-Nya maka sesungguhnya orang itu dalam celaka.

Baca juga: Lawan Kata dari Sifat Kikir dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Seperti yang sudah dijelaskan, lawan kata dari syukur adalah kufur. Mengutip buku Aku Harus Bahagia oleh Ipnu R. Noegroho (2019: 222), sifat kufur nikmat adalah salah satu maksiat hati yang harus dihindari umat Muslim. Pengertian dari kufur nikmat adalah perasaan ingkar atau tidak mengakui segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Perintah untuk menjauhi sifat kufur nikmat tertera dalam Surat Al Hajj ayat 38 yang berbunyi sebagai berikut:

Innallaha yudafi'u 'anillazina amanu, innallaha la yuhibbu kulla khawwaning kafur

Artinya: Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (Q.S. Al-Hajj: 38)

Itulah ulasan mengenai lawan dari sifat syukur, yaitu kufur nikmat serta pengertiannya yang perlu diketahui umat Muslim. Semoga dapat memberikan hikmah untuk umat Muslim agar selalu bersyukur dan menghindari sifat kufur. (IND)