Lawan Kata dari Bersyukur terhadap Nikmat Allah

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lawan kata dari bersyukur terhadap nikmat Allah adalah kufur. Seperti yang diketahui, bersyukur adalah sikap sangat dianjurkan untuk dimiliki umat muslim. Dalam kondisi senang atau susah, rasa syukur perlu dimiliki agar terhindar dari kekufuran.
Mengingat, kufur adalah salah satu sifat yang dibenci oleh Allah. Sifat ini harus dihindari dengan cara selalu mengingat segala kebaikan yang telah Allah berikan.
Lawan Kata dari Bersyukur terhadap Nikmat Allah adalah Kufur
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lawan kata dari bersyukur terhadap nikmat Allah adalah kufur. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk tidak mengingkari kenikmatan dari-Nya. Allah Swt. berfirman:
Artinya: "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (Q.S. Al Baqarah ayat 152)
Mengutip buku Akidah Akhlak Madrasah Ibdtidaiyah Kelas IV oleh Fida' & Yusak (2021), kufur artinya tidak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. Hal ini mengacu pada firman Allah Swt. dalam Surat Ibrahim 7.
Ayat tersebut berisi perintah untuk mensyukuri nikmat Allah dan tidak menutup-nutupinya. Adapun terjemahan ayat tersebut yakni sebagai berikut:
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya apabila kamu bersyukur, maka pasti akan Kutambah nikmat-Ku untukmu dan bila kamu kufur (tidak bersyukur) maka siksa-Ku amat pedih." (Q.S. Ibrahim: 7)
Bahaya Memiliki Sifat Kufur
Kufur terhadap nikmat Allah dapat memberikan dampak buruk bagi diri sendiri. Jika memiliki sifat buruk tersebut, maka Allah akan memberi peringatan melalui peristiwa tertentu. Hal ini semakin diperjelas melalui ayat berikut:
Artinya: "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (pen-duduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat." (Q.S. An Nahl ayat 112).
Mensyukuri segala nikmat Allah akan menjadi sifat yang berkelanjutan dan kekal. Dalam suatu firman-Nya, Allah memberikan karunia yang besar atas sesuatu yang diinginkan oleh orang-orang yang bersyukur. Allah Swt. berfirman:
Artinya: "Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali Imran: 145)
Baca juga: 8 Contoh Cara Bersyukur kepada Allah, Manfaat, dan Dalilnya dalam Al-Quran
Jadi, lawan kata dari bersyukur terhadap nikmat Allah adalah kufur. Dengan menghindari sifat buruk tersebut, maka umat Islam dapat terhindar dari azab Allah yang pedih. (DLA)
