Lawan Kata Ganteng dalam Bahasa Indonesia beserta Contoh Kalimatnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lawan kata adalah salah satu materi yang dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia sejak SD. Meski begitu, beberapa kosakata sulit dicari lawan katanya. Misalnya saja lawan kata ganteng dalam bahasa Indonesia.
Jika kamu juga mencarinya juga, kamu bisa memahaminya dalam artikel di bahwa ini. Sehingga selain dapat menjawab rasa penasaran, kamu juga dapat menambah kosakata dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Persamaan dan Lawan Kata Manifestasi dalam Bahasa Indonesia
Lawan Kata Ganteng dalam Bahasa Indonesia beserta Contoh Kalimatnya
Lawan kata atau antonim merupakan sebuah istilah yang diambil dari bahasa Yunani kuno, yaitu onana yang artinya nama dan anti adalah melawan. Sehingga arti dari antonim adalah lawan nama atau lawan lain. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), kata antonim dimaknai sebagai kata yang berlawanan.
Adapun menurut Kunjana Rahardi dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2010: 33), antonim adalah bentuk kebahasaan yang memiliki makna yang tidak sama dengan makna lainnya. Antonim juga dapat menunjukkan bentuk-bentuk kebahasaan itu memiliki relasi antar makna yang wujud yang logisnya berbeda atau bertentangan antara satu sama dengan lainnya.
Sifat-Sifat Lawan Kata
Berdasarkan sifatnya, lawan kata dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
Oposisi mutlak: oposisi secara mutlak hanya pada dua kata, misalnya hidup >< mati, antara hidup dan mati terdapat batas yang mutlak sebab sesuatu yang hidup tentu tidak (belum) mati. Sedangkan sesuatu yang mati tentu sudah tidak hidup lagi. Ciri oposisi ini adalah penyangkalan terhadap kata yang satu dengan kata yang lain.
Oposisi kutub atau gradual: oposisi ini pertentangannya tidak bersifat mutlak, melainkan gradasi. Artinya terdapat tingkat-tingkat makna pada kata tersebut. Kata-kata yang beroposisi kutub ini umumnya adalah kata-kata dari kelas adjektiva, seperti: jauh-dekat, panjang-pendek, dan tinggi-rendah.
Oposisi hubungan atau relasional: oposisi antara dua kata yang mengandung relasi kebalikan, kata-kata yang beroposisi hubungan ini bisa berupa kata kerja, seperti mundur-maju dan pergi-pulang. Selain itu bisa berupa kata benda, seperti ayah-ibu dan guru-murid.
Oposisi majemuk: oposisi yang mencakup suatu perangkat yang terdiri dari dua kata atau lebih. Oposisi ini berkaitan terutama dengan hiponim-hiponim dalam suatu kelas. Misalnya: berdiri, duduk, berbaring, tiarap, dan jongkok.
Oposisi hierarkial: oposisi yang sebenarnya mirip dengan oposisi majemuk, tetapi di sini terdapat suatu kriteria tambahan yaitu tingkatan. Termasuk dalam oposisi ini adalah perangkat ukuran, penanggalan. Misalnya, milimeter >< kilometer, dan Januari >< Februari.
Lawan Kata Ganteng
Setelah mengetahui apa yang disebut dengan lawan kata, lalu bagaimana dengan lawan kata dari ganteng?
Ternyata, kata ganteng memiliki dua lawan kata, yaitu jelek dan buruk.
Contoh kalimatnya:
Ganteng
Pria tersebut memiliki muka yang ganteng dan sangat digandrungi para perempuan.
Jelek
Meskipun orang-orang menggapnya bermuka jelek, namun ia memiliki hati yang baik.
Buruk
Orang itu memiliki perilaku seperti kata pepatah, buruk muka cermin dibelah.
Itulah penjelasan mengenai lawan kata ganteng dan contoh kalimatnya. Semoga informasi singkat di atas dapat menambah wawasan dan kosakata bahasa Indonesia kamu.(MZM)
