Lawan Kata Terkatung dalam Bahasa Indonesia beserta Pengertiannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar antonim bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sangat penting. Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata. Contohnya adalah lawan kata terkatung.
Mempelajari lawan kata itu penting. Selain membuat kalimat menjadi lebih menarik, materi lawan kata juga sering diujikan sebagai bagian dari tes potensi akademik untuk CPNS atau tes masuk BUMN.
Pengertian dan Lawan Kata Terkatung dalam Bahasa Indonesia
Kata terkatung berasal dari kata katung. Dalam pencarian pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/katung), kata katung memiliki dua arti atau makna yang berbeda, yakni sebagai berikut:
ka.tung(1)
n penyu〔Dermochelys coriacea〕
ka.tung(2)
prakategorial cari: mengatung, terkatung-katung
Kata katung yang kemudian menjadi terkatung-katung dalam KBBI daring (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/terkatung-katung) memiliki arti sebagai berikut:
katung2 » ter.ka.tung-ka.tung
v terapung-apung: perahu itu hanyut ~ di tengah lautan
v melayang-layang (turun naik): layang-layang itu ~ di udara
v ki belum ada kepastian (tentang nasib, perkara, dan sebagainya): nasib guru Inpres di daerah itu masih ~
Berdasarkan ulasan arti diatas, dapat disimpulkan lawan kata dari terkatung adalah:
terpelihara
tenggelam
teperhatikan
Kata terkatung termasuk dalam antonim melengkapi, yakni kata-kata yang secara makna bertentangan, tetapi kehadiran makna salah satu kata bersifat melengkapi kehadiran makna yang lain.
Contoh:
Pertanyaan >< jawaban
Mencari >< menemukan
Jenis antonim yang lain adalah:
Antonim berpasangan: yakni kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena didasarkan pada makna pasangannya sehingga tidak bisa dipertentangkan tanpa kehadiran makna pasangannya. Jika salah satu unsur dinegatifkan, tidak secara serta-merta memunculkan pasangannya.
Contoh:
(Ber)-dosa >< suci (tidak(ber)-dosa ≠ suci)
Istri >< suami (bukan istri ≠ suami)
Pembeli >< penjual (bukan pembeli ≠ penjual)
Antonim berjenjang: yakni kata-kata yang secara makna mengandung pertentangan, tetapi pertentangan makna ini bersifat berjenjang/bertahap/bertingkat.
Contoh:
Dingin >< hangat >< panas
Kaku >< lentur >< elastis
Mahal >< wajar >< murah
Baca Juga: Lawan Kata Hedonisme dalam Bahasa Indonesia beserta Pengertiannya
Itulah lawan kata terkatung dalam Bahasa Indonesia lengkap dengan pengertiannya. Selamat belajar!
(ARD)
